DetikNews
Kamis 10 Januari 2013, 12:33 WIB

Kasasi Kandas, PLN Kalah Lawan Konsumen Soal Pencopotan Meteran Sepihak

- detikNews
Kasasi Kandas, PLN Kalah Lawan Konsumen Soal Pencopotan Meteran Sepihak ilustrasi (ist)
Jakarta - Kasasi PLN ditolak Mahkamah Agung (MA). Alhasil, BUMN raksasa itu harus memasang kembali Kwh meteran listrik konsumennya yang dicopot paksa.

Kasus ini bermula saat petugas Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) mendatangi rumah Benny Halim di Jalan Putri Hijau Medan No 8, Medan, Sumatera Utara (Sumut), pada 8 Februari 2011 lalu. Saat itu, petugas memutus aliran listrik ke rumah Beny. Meski telah diputus, Beny Halim masih membayar tagihan rekening listrik mencapai Rp 3-4 juta perbulan.

Mendapati hal ini, Benny lalu mengajukan gugatan ke PLN ke Badan Perlindungan Sengketa Konsumen (BPSK) Medan. Pada 11 Oktober 2011, BPSK mengabulkan sebagian permohonan Benny yaitu menghukum PLN untuk memasang kembali meteran Benny. Tidak hanya itu, PLN juga diminta merehabilitasi nama Benny.

Tidak terima atas keputusan BPSK ini, PLN mengajukan banding ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Namun apa daya, pada 12 Januari 2012 PN Medan memutuskan tidak menerima keberatan tersebut.

Tak habis akal, PLN lalu mengajukan kasasi ke MA. Apa lacur, kasasi PLN kandas. \\\"Menolak kasasi PT PLN (Persero) Cabang Medan,\\\" demikian bunyi kasasi MA yang dilansir website MA, Kamis (10\/1\/2013).

Kasasi ini diketok oleh ketua majelis hakim Valerine JL Kriekhof dengan anggota Mahdi Soroinda Nasution dan Nurul Elmiyah pada 24 Juli 2012.

\\\"Putusan judex factie (PN Medan) sudah tepat dan benar, pengajuan keberatan tidak melampui batas waktu yang ditentukan UU yaitu 14 hari. Keberatan pemohon kasasi tidak jelas menunjukkan pasal-pasal yang dilanggar termohon kasasi,\\\" demikian alasan majelis kasasi.




(asp/try)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed