DetikNews
Jumat 21 Dec 2012, 02:33 WIB

Sidang Kasus Chevron

Widodo Terancam 20 Tahun Karena Mengetahui PT GPI Tak Lakukan Bioremediasi

- detikNews
Jakarta - Team Leader Sumatera Light North (SLN) PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Widodo mengetahui subkon PT Green Planet Indonesia (GPI) tidak melaksanakan bioremediasi sesuai Kepmen Lingkungan Hidup. Namun PT CPI tetap membayar PT GPI untuk kegiatan bioremediasi. Atas perbuatan Widodo, negara dirugikan hinga USD 9,9 Juta (Rp 96 miliar).

\\\"Akan tetapi kenyataannya berdasarkan hasil uji laboratorium pekerjaan bioremediasi tidak dilaksanakan sebagaimana diatur dalam keputusan menteri lingkungan hidup no.128 tahun 2003,\\\" ujar JPU Sugeng Sumarno dalam pembacaan rurat dakwaan di Pengadilan Tipikor, Kamis (20\/12\/2012).

Sugeng mengatakan Widodo menyadari bukan sebagai pejabat pengadaan ataupun anggota panitia jasa pekerjaan bioremediasi. Akan tetapi Widodo telah melaksanakan proses lelang yang telah bertentangan dengan keputusan BP MIGAS.

\\\"Bahwa dengan adanya kerjasama antara terdakwa dengan Endah Rumbiyanti maka laporan yang tidak benar tentang pelaksanaan pekerjaan pengolahan limbah tanah terkontaminasi minyak secara bioremediasi tidak ditindaklanjuti oleh Endah dengan melakukan pemeriksaan dilokasi pelaksanaan bioremediasi yang mengakibatkan Ricksy Prematury (Direktur PT. Green Planet Indonesia\/ GPI) tidak melaksanakan proses bioremediasi sesuai dengan kepmen LH 128\/2003 akan tetapi pembiayaan pekerjaan PT GPI tersebut tetap dibayarkan oleh PT CPI,\\\" jelasnya.

Perbuatan Widodo bersama-sama dengan Endah Rumbiyanti selaku manajer lingkungan SLS dan SLN\/ tim teknis penanganan lahan terkena tumpahan minyak mentah PT CPI, Herland selaku direktur PT Sumigita Jaya (PT SGJ) dan Ricksy Prematury selaku Direktur PT Green Planet Indonesia dalam pekerjaan bioremediasi di SLN dan SLS telah memperkaya Herland sebesar USD 6,9 juta dan Ricksy Prematury sebesar USD 277 ribu.

\\\"Berdasarkan perhitungan kerugian keuangan negara atas dugaan tindak pidana pelaksanaan proyek bioremediasi pada PT CPI antara tahun 2006-2012 dengan kesimpulan pelaksanaan kegiatan bioremediasi yang dilakukan oleh PT CPI tidak sesuai dengan kepmen LH 128\/2003. Penyimpangan kegiatan bioremediasi tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar USD 9,9 juta. Bahwa akibat perbuatan widodo selaku team leader di SLN merugikan keuangan negara sebesar USD 7,2 juta,\\\" ungkapnya.

Perbuatan Widodo sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 ayat 1 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. Widodo terancam hukuman penjara 20 tahun.

Menanggapi dakwaan JPU, pengacara Widodo, Dasril Afandi mengatakan karena kerugian negara berbeda-beda, maka surat dakwaan harus batal demi hukum. Menurutnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi tidak berwenang mengadili perkara ini karena peristiwa pidana yang didakwakan oleh penuntut umum terhadap terdakwa adalah pekerjaan bioremediasi di wilayah kerja operasi dan produksi minyak dan gas bumi di Riau.

\\\"Bahwa oleh karena perjanjian yang ditandatangani oleh PT Pertamina sebagai wakil pemerintah (sekarang BP MIGAS\/ SKS PMIGAS) bersama PT CPI adalah perjanjian perdata antara dua badan hukum yang tunduk pada perjanjian yang dibuat sebagai undang-undang. Kalaulah benar ada yang salah dalam perjanjian ini tidak serta merta negara dapat ikut campur tangan dan menyatakan kesalahan itu sebagai perbuatan pidana tetapi jika terdapat perselisihan tersebut akan diselesaikan melalui proses perundingan atau kalau tidak tercapai kesepakatan maka penyelesainannya akan dilakukan melalui arbitrase,\\\" jelas Dasril.

Menurut Dasril dalam perkara widodo bersama-sama dengan Endah Rumbiyanti, Herland serta Ricksy Prematury dikatakan telah memperkaya Herland selaku Direktur PT SGJ sebesar USD 6,9 juta dan Ricksy Prematury sebesar USD 277 ribu. Sedangkan kerugian negara diakibatkan terdakwa Endah bersama-sama dengan Widodo dan Kukuh Kertasafari (Team Leader SLS Minas PT CPI) telah memperkaya Ricksy dan Herland yang mengakibatlan kerugian keuangan negara dari biaya cost recovery bioremediasi sejumlah USD 9,9 juta dan kerugian negara diakibatkan terdakwa Herland bersama-sama dengan Bachtiar Abdul (General Manager SLS Operation PT CPI) Fatah dan Kukuh Kertasafari serta Widodo telah memperkaya terdakwa Herland sebesar USD 6,9 juta dan Ricksy Preamtury bersama-sama dengan Widodo dan Alexia R Tirtawidjaja (General Manager SLN Operation PT CPI) telah memperkaya Ricksy Prematury sebesar USD 3 juta.

\\\"Perbedaan perhitungan kerugian negara dalam masing-masing dakwaan dimana terdakwanya didakwa bersama-sama bukan tidak lazim tetapi membuktikan bahwa dakwaan telah disusun dengancara yang tidak cermat sehingga surat dakwaan seperti ini adalah batal demi hukum,\\\" paparnya.

Sidang akan dilanjutkan pada Jumat tanggal 28 Desember 2012 dengan agenda tanggapan jaksa atas eksepsi dari terdakwa.


(mpr/mpr)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed