DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Senin 10 Dec 2012, 00:32 WIB

Desainer yang Tewas di Semarang Dikenal Ceria

- detikNews
Desainer yang Tewas di Semarang Dikenal Ceria
Semarang - Duka mendalam masih dirasakan oleh sahabat-sahabat Ahmad Rio Suharsa (37), desainer berbakat yang ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kontrakannya di Semarang. Sosok ceria Rio seolah masih dirasakan sahabat-sahabatnya di tengah acara Rakernas Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) VIII di Hotel Gumaya Semarang.

Salah seorang sahabat Rio, Elkana Gunawan T Widjaja mengatakan sejak pertama mengenalnya sekitar tujuh tahun lalu, Rio masih bekerja di toko tekstil Atla Moda yang berada di Java Mall Semarang. Di toko tersebut Elka melihat bakat Rio dalam mendesain kebaya.

\\\"Sejak di Atla Moda, dia sudah pintar mendesain baju, khususnya kebaya,\\\" kata pria yang menjabat sebagai sekertaris APPMI di Semarang saat berada di lobi Hotel Gumaya, Jalan Pemuda, Semarang, Minggu (9\/12\/2012).

Elka lalu mengajak Rio untuk bergabung dengan APPMI sekitar dua tahun lalu. Bakatnya dalam mendesain kebaya, lanjut Elka, memang sudah diketahui banyak orang, bahkan Rio sempat bekerja di tempat desainer ternama di Semarang sekaligus pemilik Puri Batik Semarang, Ina Priyono.

\\\"Rio mempunyai ciri khas pada desain kebayanya. Bentuk kebayanya pasti anggun dan glamour. Di kalangan kami, Rio adalah desainer muda berbakat,\\\" tandas Elka.

\\\"Dia juga pandai mendesain gaun pesta,\\\" imbuhnya.

Ia menambahkan dirinya sempat bertemu Rio untuk terakhir kalinya pada Jumat (7\/12). Saat itu Rio, Elka, dan anggota APPMI melakukan meeting<\/em> mempersiapkan Rakernas yang dibuka hari Sabtu (8\/12) kemarin dan ditutup Senin (10\/12) besok.

Dalam meeting<\/em> tersebut sempat juga dibahas mengenai Indonesia Fashion Week yang akan diadakan di Jakarta tanggal 14-17 Februari 2013 mendatang. Dalam sesi pembahasan itu, Rio terlihat sudah melakukan persiapan matang untuk busana yang akan dipamerkan di sana.

\\\"Dia terlihat senang sekali membicarakan itu. Dia juga bilang saat acara besok akan menampilkan sesuatu yang heboh. Maksudnya memamerkan busana yang glamour,\\\" ujar Elka yang mulai berkaca-kaca.

Usai meeting<\/em>, acara dilanjutkan dengan makan bersama di daerah Jalan MT Haryono Semarang. Setelah itu, Rio diantar pulang oleh salah satu panitia Rakernas menggunakan mobil. Saat itu teman-temannya sempat berpesan agar esok harinya Rio membawa mobil miliknya.

\\\"Kami bilang ke Rio agar besoknya bawa mobil. Tapi dia bilang mobilnya masih di bengkel. Dia juga janji akan membawa mobilnya kalau sudah selesai diperbaiki,\\\" ujarnya.

Elka juga menuturkan dari tingkah ataupun raut wajah Rio saat meeting hingga diantar pulang, sama sekali tidak memperlihatkan ia sedang dalam masalah. Bahkan Rio masih sering bercanda. Hanya saja dalam seminggu terakhir sebelum tewas, Rio rajin menghubungi sahabat-sahabatnya untuk menyapa.

\\\"Cuma bertanya kabar saja. Karena sudah dekat, kami merasa hal itu biasa saja,\\\" pungkas Elka.

Saat meeting<\/em> dibuka hari Sabtu (8\/12) kemarin, peserta dan panitia sontak terkejut mendengar kabar Rio yang tewas dengan cara yang mengenaskan. Usai meeting<\/em>, mereka menyempatkan diri mengunjungi rumah Rio di Jalan Nangka II Nomor 5 RT 03 RW 02, Kelurahan Lampersari Kidul, Semarang Selatan.

\\\"Yang pertama mendapat kabar mbak Anne Avantie saat pembukaan Rakernas. Saya sendiri awalnya tidak percaya mendengar kabar itu. Lalu sebagian dari kami langsung ke rumahnya,\\\" tuturnya.

Rio ditemukan tewas oleh karyawannya, Sumiati (31) dengan kondisi mengenaskan. Korban yang saat itu dalam posisi tertelungkup dan mengenakan kaos dan celana pendek tewas dengan 22 luka tusukan di bagian punggung, sembilan di dada, tujuh di leher kanan dan delapan di leher kiri.

Tetangga korban, Roni mengatakan melihat korban datang sekitar pukul 23.00 WIB hari Jumat (7\/12) menggunakan mobil Jazz merah bernopol B 8937 MG milik korban bersama dua pria yang mengendarai motor. Lalu satu jam kemudian ia mendengar suara perkelahian. Namun saat hendak dicek, suara tersebut hilang dan suasana kembali tenang.

Sekitar pukul 01.00 WIB seorang penjaga keamanan hampir tertabrak mobil Jazz milik korban yang melaju kencang. Warga menduga saat itu mobil dikendarai pelaku yang melarikan diri. Keesokan paginya, Rio ditemukan tewas penuh luka tusuk.

Jenazah lalu dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi. Menurut keterangan yang diperoleh detikcom di RS Bhayangkara, jenazah korban sudah diantarkan ke kampung halamannya di Bekasi tadi malam menggunakan mobil ambulans.

\\\"Kami juga sempat menunggu di RS Bhayangkara. Tapi karena polisi bilang proses autopsinya lama, maka kami memutuskan untuk melanjutkan Rakernas,\\\" tutup Elka.



(alg/rmd)
Komentar ...
News Feed