DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Senin 26 Nov 2012, 16:17 WIB

Ortu Siswa Sekolah Darurat Kartini Syukuri Gedung Baru untuk Belajar

- detikNews
Jakarta - Orang tua siswa Sekolah Darurat Kartini menyambut baik relokasi bangunan sekolah gratis tersebut. Mereka merasa tertolong dengan perhatian yang diberikan polisi dan PT Sriwijaya Air yang membantu relokasi tersebut.

\\\"Kami sangat tertolong karena pendidikan kan penting,\\\" kata salah seorang orangtua murid bernama Mimin di Sekolah Darurat Kartini, Komplek Pergudangan Jakarta, Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara, Senin (26\/11\/2012).

Namun ibu rumah tangga berusia 35 tahun tersebut menyayangkan isu penggusuran yang membuat jumlah murid berkurang. \\\"Karena pindah, jadi sedikit muridnya. Banyak yang pulang kampung,\\\" ujar Mimin.

Ibu dari Dita Puspita siswi di sekolah tersebut mensyukuri relokasi dan pengabdian ibu guru kembar untuk anak-anak dari kaum miskin kota. Pendekatan dan metode mengajar yang asah, asih, dan asuh tersebut sangat baik untuk anak-anak mereka.

\\\"Kalau di sini, pendekatannya bagus, guru-guru mengenal muridnya dengan dekat sehingga penyampaian pelajaran juga maksimal,\\\" kata Mimin.

Pembangunan gedung baru diprakarsai oleh Polda Metro Jaya yang didanai oleh PT Sriwijaya Air sekitar Rp 500 juta. Direktur Utama PT Sriwijaya Air, Chandra Lie, mengaku menghormati pengabdian ibu guru kembar yang dikenal dengan nama Ross dan Rian tersebut.

\\\"Kami salut dengan dua ibu kembar yang mengayomi anak-anak dalam belajar. Ini merupakan program CSR dari Sriwijaya Air yang juga beraktivitas di wilayah ini. Kemiskinan bukanlah penghalang untuk sukses dan berprestasi,\\\" ujar Chandra terpisah.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Kepala Biro SDM Kombes Pol Djamaludin, Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal, dan Kapolsek Pademangan Kompol Susatyo Purnomo, serta Dirut Sriwijaya Air Chandra Lie meletakkan batu pertama pembangunan sekolah gratis untuk anak jalanan tersebut.

Sekolah Darurat Kartini adalah sekolah yang tidak pernah memungut biaya sepeser pun kepada 621 muridnya sejak 1990. Sekolah Darurat Kartini merupakan sekolah yang dikelola oleh dua kakak beradik kembar bernama Sri Rossyati dan Sri Irianingsih. Sekolah ini sudah berdiri selama 22 tahun dan tercatat 6 kali berpindah tempat karena tergusur.

Saat didirikan pada tahun 1990, Sekolah Darurat Kartini berlokasi di Pluit. Karena penggusuran lalu pindah ke Ancol, Penjaringan, Kali Jodo, dan sekarang di pinggiran rel kereta Bandengan, yang ke semuanya berlokasi di Jakarta Utara.

Sekolah ini dipindahkan ke gedung yang akan dibangun karena didasari UU Nomor 23\/2007 tentang Perkeretaapian, yakni bangunan dengan radius 6 meter dari bantaran rel akan ditertibkan jika tidak mempunyai izin. Surat pemindahan lokasi tersebut diterima sejak 2 Juli dengan masa tenggat tanggal 9 September lalu.


(vid/rmd)
Komentar ...
News Feed