DetikNews
Senin 15 Oct 2012, 06:18 WIB

Dari Pemeriksaan Dedi Kusdinar, KPK Bidik Tersangka Lain

- detikNews
Jakarta - Untuk pertama kalinya KPK akan memeriksa tersangka Kasus Hambalang Dedi Kusdinar pada Senin ini. Dari pemeriksaan Dedi ini, keterangan yang bersangkutan akan digunakan untuk menjerat tersangka lain.

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyatakan bahwa keterangan Dedi diperlukan untuk membidik pihak lain yang terindikasi terlibat.

\\\"Dia bisa menjadi batu loncatan,\\\" ujar Bambang kepada detikcom, Minggu (14\/10\/2012).

Nazaruddin yang menjadi salah satu saksi kunci kasus Hambalang sebelumnya pernah melemparkan tudingan bahwa Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng dan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengatur anggaran proyek Hambalang. \\\"Rencana anggaran itu sudah di-setting Menpora sama Anas Urbaningrum,\\\" kata Nazar.

Terdakwa kasus suap Wisma Atlet itu menyebut Anas dan Andi bohong jika mengaku tidak tahu anggaran proyek senilai Rp 2,5 triliun itu. Menurut Nazar, Ia dan anggota Komisi Olahraga dari Fraksi Demokrat, Angelina Sondakh, dalam proyek Hambalang \\\"hanya\\\" bertugas sebagai pelaksana.

Sedangkan, Menteri Andi membantah disebut aktif mengatur anggaran proyek pembangunan kompleks sekolah olahraga nasional Hambalang, Sentul, seperti dituduhkan bekas Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. \\\"Silakan saja (Nazar menuding Andi). Kami sudah mengikuti prosedur yang ada,\\\" kata dia beberapa waktu silam.

Andi mengklaim alokasi anggaran dan tahapan pencairannya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. \\\"Kalau ada penyimpangan, itu ranah Komisi Pemberantasan Korupsi yang sedang melakukan penyelidikan, untuk menentukan. Juga Badan Pemeriksa Keuangan kan sedang melakukan audit,\\\" ujarnya. \\\"Biar KPK dan BPK yang menentukan siapa yang harus bertanggung jawab.\\\"

Anas Urbangingrum yang pernah diperiksa KPK terkait kasus Hambalang ini juga telah membantah. Dia menyebut ucapan Nazar itu hanyalah isapan jempol belaka.

Mantan Menpora Adhyaksa Dault beberapa waktu lalu mengatakan, pada era kepemimpinannya, proyek Hambalang disepakati untuk dihentikan. Selain karena letak Hambalang ada di lingkaran gunung berapi, sertifikat lahannya juga masih jadi sengketa. Karena itu, Adhyaksa merasa heran mengapa di era kepemimpinan Andi, sertifikat Hambalang bisa mudah diurus.

Adapun Wafid menyebutkan gagasan untuk mengembangkan proyek sekolah olahraga menjadi kompleks olahraga di Hambalang dicetuskan oleh Andi. \\\"Istilahnya, ya, menambahkan nilai Hambalang, bukan hanya sekolah. Jadi itu idenya Pak Menteri,\\\" ujarnya kemarin.

Andi menyebut wacana membuat sarana olahraga sudah muncul sejak 2004, saat Direktorat Jenderal Pemuda dan Olahraga masih tergabung dalam Kementerian Pendidikan Nasional. \\\"Memang untuk sekolah olahraga Indonesia hanya punya satu yang di Ragunan. Sedangkan di negara lain, seperti Thailand, ada 26 sekolah olahraga,\\\" ujarnya.


(fjp/bal)
Ikuti berbagai berita penting dan menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat, selama Ramadan pukul 14.15 - 14.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed