DetikNews
Jumat 12 Oct 2012, 13:03 WIB

Selain Imron, MA Periksa Seluruh Hakim Pembatal Vonis Mati Bos Narkoba

- detikNews
Selain Imron, MA Periksa Seluruh Hakim Pembatal Vonis Mati Bos Narkoba Hakim Agung Brigjen TNI (Purn) Imron Anwari (dok.ma)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) mulai memeriksa hakim Imron Anwari cs hari ini. Juru Bicara MA, Djoko Sarwoko mengatakan pemeriksaan akan dimulai dari para hakim yang memberikan vonis hingga panitera\/pengetik putusan.

\\\"Sudah dimulai hari ini mulai dari bawah dulu. Kemudian mungkin besok Senin atau Selasa. Mungkin mulai dari hakim agung Imron Anwari dan anggotanya dua orang itu,\\\" kata Djoko saat memberikan keterangan pers di ruang media center MA, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, (12\/10\/2012).

Menurut Djoko, Brigjen TNI (Purn) Imron Anwari sendiri yang meminta MA agar memeriksa dirinya. Hal ini karena banyaknya pemberitaan mengenai dirinya di berbagai media elektronik maupun cetak.

\\\"Kemarin Pak Imron selaku ketua majelis karena namanya selalu disebut dalam pemberitaan maka hakim agung Imron justru meminta segera diperiksa oleh majelis hakim agung,\\\" ungkap Djoko.

Djoko mengungkapkan pihak MA sudah membentuk tim untuk memeriksa Imron. Pemeriksaan dipimpin oleh Wakil Ketua MA dan para Ketua Muda MA, Sekretaris MA dan akan dilakukan oleh Kepala Badan Pengawas MA.

Djoko menambahkan sistem pemeriksaan akan dilakukan secara maraton. Bukan hanya ketua dan anggota majelis hakim yang diperiksa tetapi juga semua pihak yang terlibat dalam pembuatan keputusan ini juga diperiksa.

\\\"Seluruh majelis termasuk operator dan panitera pengganti itu juga akan diperiksa. Terutama putusan Hengky Gunawan dulu karena yang dipersoalkan kan itu oleh publik. Tidak tertutup kemudian akan ditanyakan juga perkara-perkara lain yang terkait dengan narkotika,\\\" tandas Djoko.

Seperti diketahui, majelis hakim PK MA membebaskan hukuman mati atas putusan kasasi MA. Pertama dijatuhkan kepada warga Nigeria Hillary K Chimezie, pemilik 5,8 kilogram heroin, bebas dari hukuman mati dan hukumannya diubah menjadi penjara 12 tahun.

Adapun kasus kedua, MA membebaskan pemilik pabrik ekstasi Hengky Gunawan dari hukuman mati menjadi hukuman 15 tahun penjara pada 16 Agustus 2011 lalu. Hukuman mati terhadap Hengky dijatuhkan MA dalam tingkat kasasi. Apa alasan MA dalam kedua putusan tersebut?

\\\"Hukuman mati bertentangan dengan pasal 28 ayat 1 UUD 1945 dan melanggar pasal 4 UU No 39\/1999 tentang HAM,\\\" demikian salinan PK yang ditandatangani Brigjen (Purn) Imron Anwari selaku ketua majelis hakim agung.

Dua putusan tersebut melibatkan hakim agung Achmad Yamamie, Hakim Nyak Pha, Mayjen (Purn) Timur Manurung dan Suwardi.


(asp/nvt)
Ikuti berbagai berita penting dan menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat, selama Ramadan pukul 14.15 - 14.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed