DetikNews
Selasa 09 Oct 2012, 15:08 WIB

Maju Capres 2014, Yusril Ihza Ramaikan \'Pertarungan Bebas\'

- detikNews
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra berencana maju di pilpres 2014 mendatang. Mengingat banyak kalangan mendambakan sosok pemimpin muda untuk membawa perubahan, diprediksi Yusril bakal bersaing dengan orang-orang muda. Apalagi 2014 dinilai sebagai ajang pertarungan bebas.

\\\"Pilpres 2014 mendatang seolah menjadi \\\'pertarungan bebas\\\' karena SBY sebagai incumbent tak dapat lagi mencalonkan diri,\\\" ujar pengamat politik dari Indonesia Institute, Hanta Yuda, dalam keterangannya, Selasa (8\/10\/2012).

Menurut dia menjelang 2014 banyak kalangan yang mendukung kaum muda untuk turut berkontestasi pada 2014 lantaran jenuh dengan nama-nama lama yang sudah kerap didengar. Sosok muda dinilai bisa menjadi sosok baru yang bisa memberi perubahan.

\\\"Yusril Ihza Mahendra figur bagus,\\\" ucap Hanta mengomentari. Namun sayangnya dari segi usia Yusril tidak cukup muda.

\\\"Kita ingin mendorong regenerasi kepemimpinan politik. Salah satu caranya dengan mencari kandidat muda potensial, tentu yang punya track record baik, punya pengalaman prestasi, dan sebagainya,\\\" imbuh alumnus UGM dan UI ini.

Disampaikan dia, figur muda dipandang mempunyai kapasitas dan bahkan berpotensi mempunyai kepantasan dan peluang politik dalam Pilpres 2014. Namun figur muda ini masih jarang tersentuh survei opini publik, lantaran nama figur ini hanya sampai dalam wacana elite partai.

Karena itu Hanta yang ikut menggawangi Pol-Tracking Institute menggelar riset figur-figur muda yang potensial untuk meramaikan bursa di pilpres 2014. Ada 4 kriteria penarikan kandidat yakni usia 35-53 tahun, tidak menyandang status tersangka\/terdakwa\/terpidana, memiliki pengalaman leadership, dan setidaknya pernah memimpin lembaga\/institusi politik\/nonpolitik.

\\\"Kita ingin mendorong nama-nama muda yang potensial untuk menjadi tambahan alternatif, di samping nama-nama yang sudah beredar di publik, termasuk Pak Yusril,\\\" sambung Hanta.

Usia 35 tahun dipilih sebagai batas bawh karena mengacu UU Pilpres No 42 Tahun 2008, pasal 5 huruf o. Selain itu secara psikologis, umur 35 tahun adalah dimulainya puncak usia produktif dan sudah mempunyai kematangan emosional dan sosial. Sedangkan batas atas 53 tahun karena secara psikologis, merupakan puncak usia produktif bagi seseorang. Selain itu dalam tradisi politik Indonesia, umur 53 tahun adalah rata-rata umur orang yang pernah menjabat sebagai presiden di Indonesia.

Para responden dalam riset ini adalah 100 pakar dan public opinion makers atau orang-orang yang berpengaruh\/pembuat opini publik seperti kalangan jurnalis, aktivis LSM dan akademisi. Sedangkan figur yang terseleksi ada 35 nama yang diriset.

Dalam riset itu ada assessment 13 aspek yang berada dalam interval penilaian 10 sampai 100 dengan standard ketercukupan 60. 13 Aspek itu adalah integritas, kapabilitas\/ intelektualitas, visioner, leadership skills, pengalaman prestatif,
keberanian mengambil keputusan, komunikasi publik, komunikasi elite, empati\/aspiratif, kematangan emosi, physical appearance, akseptabilitas publik, dan akseptabilitas partai.

Di aspek integritas, figur muda yang berada di peringkat 5 teratas adalah Joko Widodo, Anies Baswedan, Khofifah Indar Parawansa, Sri Mulyani, dan Lukman Hakim. Dari sini terlihat kebanyakan dari mereka tidak terlibat aktif dalam kepengurusan partai.

Hanta memaparkan jika melihat proporsi dari 35 figur terseleksi, hanya ada 8 orang yang bukan fungsionaris partai. Mereka adalah Anis Baswedan, Khofifah, Chairul Tandjung, Fadjroel Rachman, Gita Wirjawan, Irman Gusman, Sandiaga Uno, dan Sri Mulyani.

\\\"Urutan puncak dalam spek integritas banyak diisi oleh figur muda sebagai profesional atau birokrat. Hal ini mengindikasikan bahwa dalam aspek integritas, figur muda yang berkarir secara profesional atau berada di luar orbit aktivitas politik kepartaian yang ketat, dipandang mempunyai integritas yang lebih baik dibandingkan figur muda yang dikenal sebagai politisi. Fenomena ini kemungkinan imbas dari citra partai yang sedang menurun,\\\" papar dia.

Pol-Tracking Institute menyimpulkan tingkat penilaian figur muda yang berasal dari partai politik. Sedangkan figur muda dari luar lembaga kepartaian sangat dipengaruhi oleh rekam jejak, pengalaman, dan prestasi kerja yang dimiliki.


(vit/nwk)
Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, di program "Reportase Sore" TRANS TV, Senin sampai Jumat mulai pukul 14.30 - 15.00 WIB
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed