DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Senin 08 Oct 2012, 16:07 WIB

Siswi SMP Korban Perkosaan Dikeluarkan Sekolah, Pemkot Depok akan Kroscek

- detikNews
Jakarta - Kabar penculikan dan pemerkosaan yang menimpa seorang siswi di Depok telah didengar Wali Kota Depok, Nurmahmudi Ismail. Nah, terkait kabar siswi tersebut dikeluarkan dari sekolah, Pemkot Depok melalui Dinas Pendidikannya akan melakukan pengecekan.

\\\"Dinas Pendidikan akan saya perintah menghubungi yayasan sekolah yang bersangkutan untuk mengetahui apa saja ceritanya, benar tidaknya. Pokoknya dikroscek untuk diselidiki tingkat kebenarannya,\\\" ujar Nurmahmudi dalam perbincangan dengan detikcom, Senin (8\/10\/2012).

Dia juga berharap siswi korban pemerkosaan dan keluarganya datang ke Dinas Pendidikan. Hal ini penting agar Dinas Pendidikan mendapatkan pula informasi dari versi siswi tersebut.

Nurmahmudi mengapresiasi siswi itu yang telah menjadi korban kriminal namun masih mau pergi ke sekolah. Karena itu dia berharap ada empati yang terbangun untuk siswi itu dari sekolah dan lingkungannya.

\\\"Yang putus sekolah saja kita pikirkan bagaimana untuk sekolah lagi. Ini anak yang sudah sekolah dan menjadi korban harusnya mendapat empati dan didukung untuk terus sekolah. Sesuai prinsip education for all,\\\" tutur Wali Kota asal PKS ini.

Menurut Nurmahmudi, siswi tersebut tidak mencoreng nama baik sekolah karena menjadi korban penculikan dan pemerkosaan. Hal itu berbeda jika siswa tersebut melakukan praktik prostitusi atau pencurian. Dia berharap semua pihak bisa melihat kasus ini dengan jernih.

\\\"Saya berharap nanti ke depan bisa dibicarakan bersama agar masalah seperti ini tidak terulang. Bahkan kalau berempati dengan tetap membimbing anak tersebut, citra yayasan malah justru lebih baik,\\\" ucap dia.

Sebelumnya siswi korban penculikan dan pemerkosaan melapor ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) karena dikeluarkan dari sekolah. Sekolahnya menyebut tidak bisa menerima murid yang mempermalukan nama sekolah. Komnas PA pun melayangkan surat protes ke pihak yayasan sekolah.

\\\"Saya sudah telepon ke yayasan tapi belum bisa bicara dengan ketuanya. Kami sudah kirimkan surat dan akan melihat bagaimana responsnya. Kalau tidak menanggapi dengan baik, kami akan ke Kemendikbud. Ini bisa dicabut izinnya karena fungsi sekolah bukan hanya pendidikan tapi juga pembelajaran. Ini berkaitan dengan hak anak mendapat pendidikan,\\\" ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait.

Siswi tersebut dilaporkan hilang oleh orangtuanya sejak Sabtu (22\/9) lalu. Selama dibawa penculik yang tak lain kenalannya di Facebook, korban sempat diperkosa sebanyak empat kali. Dia juga kerap dicekoki dengan minuman keras.

Pendamping hukum korban, Dwi Handy Pardede, korban dibawa ke beberapa tempat seperti ke Bojong Gede, Parung, Ciseeng, dan Cibinong. Korban tak bisa melarikan diri karena diancam dibunuh oleh penculiknya yang merupakan sopir angkot itu. Penculik bermaksud menjualnya ke Batam. Dia selamat setelah dicampakkan pelaku di Terminal Depok, Minggu (30\/9\/2012).

Dari informasi yang detikcom kumpulkan di kepolisian, pelaku merupakan residivis. Ia dipenjara 4 kali karena kasus pencurian dan narkoba.


(vta/asy)
Komentar ...
News Feed