DetikNews
Jumat 28 Sep 2012, 15:52 WIB

Gerindra: Parpol Besar Takut \'Jokowi Effect\' Merembet ke Pilpres

- detikNews
Gerindra: Parpol Besar Takut \Jokowi Effect\ Merembet ke Pilpres
Jakarta - Sejumlah parpol besar yakni Golkar, PDIP, dan PD menilai revisi UU Pilpres belum diperlukan. Partai-partai besar menghalangi merembetnya fenomena Jokowi di Pilpres 2014.

Seperti diketahui Joko Widodo (Jokowi) yang hanya didukung PDIP dan Gerindra ternyata mengalahkan Fauzi Bowo (Foke) dalam Pilgub DKI. Sedangkan Foke didukung semua parpol koalisi plus sejumlah partai kecil.

Menurut anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Martin Hutabarat, parpol besar tak ingin terus kehilangan muka. Sehingga ingin mempertahankan aturan yang ada untuk meminimalisir munculnya capres alternatif yang berpotensi meneruskan fenomena Jokowi di Pilpres 2014.

\\\"Parpol besar merasa khawatir fenomena Jokowi merembet ke Pilpres 2014 yang akan datang. Parpol besar lebih nyaman dengan mempertahankan status quo. Menurunkan ambang batas syarat menjadi capres dianggap memberi peluang bagi munculnya calon alternatif,\\\" kata Martin kepada detikcom, Jumat (28\/9\/2012).

Menurut Martin, jika syarat pencapresan diturunkan sedikit saja maka akan menambah jumlah capres di Pilpres 2014. Belajar dari fenomena Jokowi, hal ini dihindari partai besar.

\\\"Jokowi kemarin dicalonkan oleh PDIP dan Gerindra berhasil menjadi Gubernur DKI karena syarat pencalonannya hanya 15 persen suara anggota DPRD DKI,\\\" katanya.

Padahal, menurut Martin, revisi UU Pilpres adalah pintu masuk membuat perubahan. Sebenarnya partai-partai besar tidak perlu berlebihan khawatirnya untuk memperbaiki UU Pilpres sekarang ini,

\\\"Karena tujuannya adalah untuk perbaikan. Fenomena Jokowi tidak tepat harus ditakuti. Rakyat merindukan pemimpin yang merakyat dan tidak korupsi. Kerinduan terhadap tipe pemimpin seperti itulah yang menghantar kemenangan Jokowi dalam Pilgub DKI minggu lalu,\\\" katanya.

\\\"Sehingga harapan masuarakat agar revisi UU Pilpres bisa membuka peluang bagi munculnya capres alternatif, untuk dipilih rakyat, jangan sampai terjegal karena ketakutan partai besar terhadap sindrom Jokowi,\\\" tandas Martin.






(van/nrl)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed