DetikNews
Selasa 11 Sep 2012, 15:23 WIB

Kasus Pembakaran Anaknya Tak Terungkap, Jecson Adukan Polri & Komnas HAM

- detikNews
Jakarta - Jecson Wayongkere mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Pria dari Manado ini mengadukan Komnas HAM dan Polri yang dinilainya berlama-lama mengusut kasus dugaan pembakaran terhadap anaknya hingga tewas. Sudah dua tahun proses hukumnya berjalan, tapi tidak menunjukkan titik terang bahkan terkesan sengaja ditutup-tutupi.

\\\"Saya mendengar kasus ini sejak lama. Perkembangannya seret, padahal sudah ke Komnas HAM dan Polri,\\\" kata aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi, yang mendampingi Jecson Woyongker ke Kantor KPAI, Jl Teuku Umar, Jakarta, Selasa (11\/9\/2012).

Kepada wartawan, Jecson kemudian menuturkan kronologi sejak menemukan anaknya dalam kondisi terbakar pada 2 Januari 2010 hingga akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. Kejadiannya bermula ketika putranya yang bernama Duvan (11) meminta uang untuk jajan ke warung di lingkungan tempat tinggalnya di Ranomuut, Manado.

\\\"Tidak lama kemudian saya diberitahu tetangga bahwa anak saya terbakar. Langsung saya ke RS. Saya tanya siapa yang bakar, anak saya jawab Marvil dan Opa,\\\" ujar Jecson sambil menangis.

Jecson percaya terhadap jawaban anaknya yang sedang dalam kondisi meregang nyawa di rumah sakit itu. Sebab ada yang menyatakan bahwa pada saat kejadian Marvil, Epeng dan Opa sedang nongkrong tidak jauh dari warung tempat Duvan berbelanja malam itu.

Dia lantas kaitkan dengan acara ulang tahun di kediaman Epeng yang berlangsung pada 26 Desember 2009 yang dia hadiri. Pada saat itu dirinya terlibat keributan hingga akhirnya sempat baku pukul dengan empunya acara yang merupakan teman dekat Marvil.

\\\"Mungkin karena persoalan antara orang dewasa, anak saya dibakar. Marvil balas dendam karena saya memukul Epeng,\\\" tuturnya.

Kasus dugaan pembakaran ini pun lantas dilaporkan ke Polsek Tikala, Manado. Hasilnya polisi menetapkan tersangka atas nama Rin yang adalah wanita pemilik warung yang menolak menolong Duvan yang sedang dilalap api. Sayangnya sejak itu tidak ada kelanjutan proses hukum atas kasus bersangkutan.

\\\"Pak Jecson ini sering diusir dari Polsek Tikala sebab terlalu banyak tanya. Pernah bertanya langsung kepada Kapolsek Tikala, jawabannya \\\'Anak bapak dibakar atau terbakar? Mungkin saja sedang main-main lalu tidak sengaja terbakar\\\'. Ada dugaan Marvil tidak dijadikan tersangka sebab ada hubungan dengan orang dalam di Polsek Tikala,\\\" papar Didi, anggota Komnas Daerah Perlindungan Anak, Manado, yang mengantar Jacson ke Jakarta.

Terhadap pengaduan ini, KPAI menyatakan akan segera menindaklanjutinya dengan meminta konfirmasi kepada Polri dan Komnas HAM. Harapannya dua lembaga tersebut mendorong proses hukum kasus dugaan pembakaran terhadap Duvan dapat dilanjutkan oleh Polsek Tikala.

\\\"Kalau masih saja ditutupi, maka bisa dipidanakan,\\\" ujar Sekretaris KPAI, M Ihsan, yang menerima pengaduan Jecson.



(lh/lh)
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed