DetikNews
Rabu 08 Aug 2012, 19:17 WIB

Di depan Ketua KPK dan Kapolri, Wamenag Ceramah Soal Qabil Bunuh Habil

- detikNews
Di depan Ketua KPK dan Kapolri, Wamenag Ceramah Soal Qabil Bunuh Habil
Jakarta - Mabes Polri menggelar buka puasa bersama Presiden, KPK, Polri dan Kejagung. Dalam acara yang diadakan di Mabes Polri itu, Wakil Menteri Agama, Nasaruddin Umar berceramah soal pertarungan dua saudara kandung antara Habil dan Qabil.

\\\"Ketika Adam dan Hawa turun ke bumi, Hawa lalu melahirkan Habil dengan kembarannya perempuan, lalu Qabil dengan kembarannya perempuan, dan seterusnya,\\\" tutur Nasaruddin memulai ceramahnya di acara buka bersama di Mabes Polri, Jaksel, Rabu (8\/8\/2012).

Dalam aturannya, lanjut Nasaruddin, antara Habil dan Qabil harus dikawin silang. Pasangan Habil harus dikawini oleh Qabil, sebaliknya pasangan Qabil harus dikawini oleh Habil. Maka terjadilah ketegangan akibat aturan ini.

\\\"Disinilah adanya ketegangan, Qabil tidak mau menikahi pasangan Habil karena tua dan tidak cantik. Begitu juga soal profesi, Habil sebagai peternak diharuskan zakat memberikaan kambing, sementara adiknya Qabil hanya memberikan buah-buah jelek. Allah menerima Habil dan menolak Qabil,\\\" ungkapnya.

Karena dendam, maka Qabil memukulkan batu ke kepala Habil hingga mati. Mengetahui kakaknya mati, ia kebingungan lalu diajari oleh gagak hitam untuk menguburkan kakaknya.

\\\"Ini adalah kisah pembunuhan anak manusia pertama. Kisah ini bisa kita maknai simbolik, Habil adalah simbol anak ideal, taat orang tua, taat terhadap hukum, simbol bagi seorang jasa-jasa baik dan simbol manusia ideal. Sementara Qabil adalah simbol keangkuhan, tidak mau taat hukum dan simbol yang tidak mau mendengarkan hati nurani serta simbol egoisan,\\\" kata Nasaruddin.

Padahal menurut Nasaruddin, mereka sama-sama anak Nabi Adam. Cerita ini menunjukkan bahwa tidak menjadi jaminan bahwa apapun apa yang kita sandang, kita harus perhatikan anak-anak keturunan lain. Cerita ini juga mengajarkan kita untuk ikhtiar yang memberikan kepada kita memilih jalan Habil atau Qabil.

\\\"Di dalam alquran, ada visi misi yang bisa mengarahkan kepolisian. Seandainya konsep ajaraan alquran itu bisa kita ikuti, kita bisa menjadi pengikut Habil, dan insya Allah bisa masuk surga. Tapi kalau tidak, maka mengikuti Qabil yang masuk neraka, ini menjadi perenungan bagi kita,\\\" ucapnya.



(iqb/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed