DetikNews
Sabtu 30 Jun 2012, 11:09 WIB

Pasca Putusan MA, Nasabah Bank Century akan Mengadu ke KPK

- detikNews
Jakarta - Tawa bahagia terdengar dari koordinator nasabah korban Bank Century (kini Bank Mutiara), Anton Ziput menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan nasabah Bank Century cabang Surakarta. MA memerintahkan Bank Century membayar ganti rugi 27 nasabah Bank Mutiara Surakarta sebesar Rp 35 miliar beserta denda.

\\\"Kami tidak bisa memberikan apa-apa kepada 3 hakim agung selain mengucapkan terimakasih dan berdoa semoga diberikan kesehatan dan panjang umur. Kami juga ucapkan ucapan yang tulus kepada 3 arbiter di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) dan 3 hakim di pengadilan negeri dan 3 hakim pengadilan tinggi. Semua satu suara, kedua belas hakim tidak ada yang disenting opinion<\/em> yaitu Bank Century harus mengganti uang nasabah,\\\" ujar Ziput saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (30\/6\/2012).

Namun suara Ziput langsung terhenti dan berubah menjadi emosi ketika berbicara tentang kepatuhan para pihak yang dijatuhi hukuman oleh MA. Bagi Ziput, putusan MA adalah final dan harus dilaksanakan, tidak perlu dinilai lagi.

\\\"Putusan MA sudah jelas dan tegas, kok ketua Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) menilai putusan rancu. Sebagai orang pintar, seharusnya Perbanas mendukung putusan MA, bukan memberikan pernyataan yang rancu dan menyesatkan masyarakat,\\\" ujar Ziput.

Dia juga menyayangkan sikap bank Mutiara yang memilih melakukan upaya hukum luar biasa Peninjauan Kembali (PK) dibanding melaksanakan perintah MA. Padahal PK tidak bisa menunda eksekusi kasasi.

\\\"Apanya lagi yang mau di PK ? Putusan ini melalui proses yang panjang. Sudah melalui proses BPSK, PN Surakarta, Pengadilan Tinggi Semarang, dan kasasi. Semuanya menghukum Bank Century karena melanggar UU No 8\/1999 tentang Perlindungan Konsumen,\\\" tegas Ziput.

Dinilai tidak ada niatan baik dari pihak Bank Mutiara maka Ziput dan puluhan nasabah lainnya akan mengadu ke KPK dan BPK pada 5 Juli 2012. Ziput cs akan memberikan salinan MA tersebut sebagai alat bukti bahwa ada yang salah dalam sistem perbankan di Bank Mutiara dan Bank Indonesia (BI).

\\\"Kami akan meminta KPK memeriksa BI, siapa yang mengawasi Bank Century kok tidak mau melaksanakan putusan MA. Kami juga akan melaporkan manajemen Bank Century karena menghapus data dan fakta. KPK harus periksa itu,\\\" ungkap Ziput.

MA dalam putusan kasasi memerintahkan Bank Mutiara cabang Solo, Jawa Tengah, membayar 27 uang nasabahnya sebesar Rp 35 miliar dalam kasus reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas. Selain itu, Bank Mutiara juga harus membayar uang Rp 5,6 miliar kepada 27 nasabah sebagai denda. Apa tanggapan Bank Mutiara?

\\\"Keputusan itu belum kita terima salinannya. Tapi Bank Mutiara taat azas hukum. Bank Mutiara kan milik pemerintah, aset pemerintah dan Antaboga ini tidak tercatat di bank,\\\" ungkap Dirut Bank Mutiara, Maryono ketika ditemui wartawan, Rabu (27\/6\/2012).

Menurut Maryono jika memang putusan itu mengharuskan Bank Mutiara membayar dana para nasabahnya maka pihaknya siap untuk mengajukan Peninjauan Kembali (PK). \\\"Eksekusi itu sesuai mekanisme hukum, apalagi kita harus hati-hati kelola aset negara. Itu yang harus digarisbawahi,\\\" terangnya.



(asp/mpr)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", setiap hari selama Ramadan pukul 04.45 - 06.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed