DetikNews
Senin 25 Jun 2012, 11:30 WIB

Menkes: Tak Ada Program Bagi-bagi Kondom untuk Remaja

- detikNews
Jakarta - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi kembali menegaskan kampanye penggunaan kondom bagi kalangan seks beresiko tidak dimaksudkan membagi-bagikan kondom bagi remaja. Menkes menilai program untuk menekan angka HIV\/AIDS itu telah disalahartikan.

\\\"Promosi kesehatan reproduksi disangka promosi punggunaan kondom, itu tidak benar. Menkes tidak pernah merencanakan bagi-bagi kondom di sekolah dan remaja,\\\" kata Nafsiah saat memberikan penjelasan kepada Komisi IX di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25\/6\/2012).

Menurut dia, program penggunaan kondom kepada kalangan dengan perilaku seks beresiko justru menekan angka penularan penyakit seks. Dia mencontohkan penularan penyakit seks biasanya terjadi dari penularan antara pekerja seks komersial dengan pengguna.

Pengguna PSK yang di antaranya pria beristri ini rawan menularkan penyakit seks tersebut ke istrinya. \\\"Penggunaan kondom pada hubungan beresiko justru melindungi ibu dan bayi. Bila dibiarkan hubungan seks tanpa kondom, prevalensi HIV meningkat terus,\\\" tuturnya.

Sementara untuk kalangan remaja berusia 15-24 tahun, Kemenkes berupaya meningkatkan pengetahuan agar terhindar dari perilaku beresiko. Kemenkes bekerjasama dengan lintas sektor untuk meningkatkan mutu tentang pendidikan agama, moral, dan kesehatan reproduksi.

\\\"Jadi tidak ada bagi-bagi kondom gratis di kalangan muda, walau kita tahu kalangan muda banyak melakukan seks beresiko. Kami mengajak tokoh agama, masyarakat dan pendidik untuk kita meningkatkan ketahanan iman remaja sehingga menjauhi perilaku berisiko,\\\" imbuh Nafsiah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengatakan sebaiknya menkes meninjau ulang program sosialisasi kondom. Menurutnya, program itu bukan prioritas

\\\"Persoalan sosialisasi kondom ya menurut saya harus ditinjau kembali itu bukan hal yang urgen menjadi prioritas. Sebab seakan-akan melegitimasi anak-anak boleh melakukan pergaulan bebas,\\\" kata Pramono.

Menurut Pramono, menkes sebenarnya bisa lebih fokus mengurus masalah lain yang berhubungan dengan fasilitas dan pelayanan kesehatan. Kalaupun menghindarkan pergaulan bebas bisa dilakukan dengan kampanye untuk menjauhi free sex.

\\\"Kalau kemudian kondom disosialisasikan kepada siswa ini legitimasi baru untuk mereka melakukan hal-hal di luar norma keagamaan. Banyak hal yang dilakukan pelayanan RS, Jamkesmas dan lain-lain,\\\" imbaunya.

Saat ini Komisi IX DPR tengah memanggil Menkes menyangkut polemik sosialisasi kondom ke remaja. Komisi IX akan memberikan rekomendasi ke Menkes seputar kebijakan ini.

\\\"Memastikan Menkes mengedepankan upaya pengenalan penyebab HIV\/AIDS, proses penularan, dan pencegahan dengan jargon \\\"no drugs no free sex\\\". Hal ini akan semakin terklarikasi dalam raker,\\\"kaya Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nova Rianti Yusuf.


(fdn/rmd)
-
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed