DetikNews
Senin 23 Apr 2012, 12:25 WIB

Kisah Geng Motor Brutal di Jakarta Era 70-an: Pachinko

- detikNews
Kisah Geng Motor Brutal di Jakarta Era 70-an: Pachinko
Jakarta - Kisah brutal geng motor di Jakarta sudah ada sejak era 70-an. Yang paling melegenda saat itu geng motor Pachinko atau Pasukan China Kota. Aksi geng motor ini mulai dari merampok rumah pejabat hingga merampok toko emas.

\\\"Tujuannya ingin jadi Si Pitung, tapi salah kaprah,\\\" kata pimpinan Geng Pachinko, Johny Indo, seperti dikutip majalah detik edisi Senin (23\/4\/2012).

Geng Pachinko pimpinan Johny Indo ini malang melintang di kawasan Kota Lama seperti Mangga Besar, Ampera, Pademangan, hingga Tanjung Selor (Roxy). Kenapa dinamakan Pachinko, Johny yang ayahnya TNI menuturkan, bahwa 70 persen anggota kelompok geng ini merupakan etnis keturunan Tionghoa.

Anggota Pachinko ini tak hanya jago ngebut, tetapi juga andal berakrobat di atas motor. Mereka bisa bertukar posisi di atas motor yang melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam.

\\\"Melihat jurang antara si kaya dan si miskin, saya tergerak membuat suatu gerakan dalam
kelompok, bukan geng. Tapi anak-anak kampung. Saya lihat pemerintah belum mampu menyejahtera-
kan rakyat, ayo kita ngerampok orang kaya untuk kita bagikan ke orang miskin,\\\" terang Johny.

Kemudian, saat itu dengan senjata api yang mudah didapat, geng motor ini melakukan aksi kriminal. Saat Johny dan komplotannya ditangkap pada 1979, mereka dituduh bertanggung jawab atas tujuh kasus perampokan toko emas di Jakarta.

Namun di pengadilan mereka hanya mengakui 5 di antaranya, yaitu toko emas di Gang Lontar, Tanah Abang, Sawah Besar, Jatinegara dan Pasar Jangkrik yang dilakukan sekitar awal 1978 sampai Maret 1979. Polisi mencatat, ada sekitar 16 kg emas yang digasak komplotan Johny.

Johny menuturkan, saat melakukan aksi perampokan, geng motornya memiliki aturan. Yang terpenting tidak boleh melukai perempuan, yang kedua, tidak merampok seluruhnya.

\\\"Di depan mata misalnya ada uang Rp 100 juta, yang kita ambil Rp 60 juta. Sisanya yang Rp 40 juta sebenarnya tinggal kita bawa tanpa halangan, tapi tidak kita bawa. Karena saya kasihan, biar dia bisa usaha lagi. Misalnya toko emas, yang dipajang ada 4 kg, yang kita ambil hanya 3 kg, yang 1 kg kita pulangin, jangan sampai habis benar. Tujuannya saya ingin menyejahterakan rakyat, dengan mengambil pajak secara tidak sah,\\\" tuturnya.

Geng motor Pachinko pimpinan Johny Indo ini tamat pada akhir 70-an. Setelah sejumlah anggotanya ditangkap, Johny menuturkan, geng motornya bubar dengan sendirinya.

\\\"Memang mereka kriminal, tapi mereka berawal dari adanya jurang yang besar antara si kaya dan si miskin,\\\" ujar Johny yang kisah hidupnya pernah difilmkan dengan judul \\\"Johny Indo\\\".

Kisah Pachinko bisa dinikmati di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 21, 23 April 2012) mengupas tuntas aksi geng motor dengan tema ‘Jejak Berdarah Y-Gen\\\'. Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!<\/em>



(ndr/nrl)
-
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed