DetikNews
Senin 26 Mar 2012, 02:50 WIB

Ancam Sebar Video Porno Wanita Muda, Wartawan di Samarinda Dibekuk Polisi

- detikNews
Samarinda, - Nur Alim (32), seorang wartawan majalah lokal di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), ditangkap polisi. Dia dituding mengancam menyebarkan video asusila seorang wanita bernama Adetya (22).

Nur Alim dibekuk polisi pada Minggu (25\/3\/2012), setelah Adetya melapor. Keterangan diperoleh detikcom, Nur Alim yang juga tercatat sebagai alumni Sekolah Jurnalistik Indonesia (SJI) itu ditangkap sekitar pukul 17.00 WITA, di sebuah rumah makan elit Sari Pasifik, di kawasan Jl Panglima Batur.

Di tempat itu, Nur Alim sudah mengatur janji untuk bertemu dengan Adetya dan meminta pembayaran Rp 25 juta untuk menutupi agar video asusila Adetya tidak disebarkan. Setelah melalui proses tawar menawar harga, disepakati pembayaran senesar Rp 5 juta.

\\\"Dia (Nur Alim) mengaku wartawan. Memeras uang saya, tapi saya hanya bisa kasih Rp 3 juta dari Rp 5 juta,\\\" kata Adetya, usai dimintai keterangan penyidik di Polsubsektor Mulawarman, Jalan Mulawarman, Samarinda, Senin (26\/3\/2012) dinihari.

Menurut Adetya, dirinya merasa diancam Nur Alim, yang ingin menjual video berisikan perbuatan mesum yang disebut Nur Alim, dirinya sebagai pemeran dalam video tersebut. \\\"Katanya dia di video itu adalah saya, pelakunya saya. Tapi setelah saya kasih uang Rp 3 juta, buktinya dia tidak punya bukti (video) apa-apa,\\\" ujar Adetya.

\\\"Mintanya memang awalnya Rp 25 juta. Setelah nego-nego, jadi Rp 5 juta. Tapi tadi baru saya kasih Rp 3 juta. Ternyata memang dia tidak punya apa-apa,\\\" tambahnya.

Merasa dituduh, terancam dan diperas oleh Nur Alim, Adetya yang dalam pertemuan di rumah makan itu, juga ditemani sang suami, akhirnya menghubungi anggota kepolisian yang dikenalnya dan melaporkan perbuatan Nur Alim.

\\\"Dia memeras saya, menipu saya. Dia mengancam saya, akan mengedarkan video yang katanya adalah saya,\\\" tegas Adetya.

Ditemui di tempat yang sama, meski membenarkan telah menerima uang Rp 3 juta, Nur Alim membantah dirinya telah memeras Adetya dengan meminta bayaran untuk menutup video itu agar tidak tersebar.

\\\"Saya tidak memeras dia (Adetya). Yang memeras itu teman saya. Saya hanya sebagai perantara saja,\\\" kilah Nur Alim.

Sedangkan, Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ilir, Ipda Yunus, membenarkan laporan korban, Adetya. Menurut Yunus, Nur Alim yang kini ditetapkan sebagai tersangka, diduga telah mengancam korban akan menyebarkan rahasia korban.

\\\"Akhirnya kita lakukan penangkapan terhadap Nur Alim dan telah menerima uang Rp 3 juta itu dari korbannya. Tersangka dari majalah Eksekutor, dilihat dari kartu identitasnya,\\\" kata Yunus.

\\\"Kasus ini, masih kita kembangkan. Diduga, ada teman-teman lainnya yang ikut terlibat, memeras korban-korban lainnya,\\\" tandasnya.

Dari kasus itu, kepolisian menjerat tersangka dengan pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dengan ancaman 9 tahun penjara. Barang bukti yang diamankan adalah uang Rp 3 juta serta telepon selular yang berisikan SMS ancaman disertai pemerasan terhadap korban.



(nvc/nvc)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed