DetikNews
Selasa 28 Feb 2012, 12:10 WIB

Calon Nasabah Koperasi Tertipu Rp 40 Juta

- detikNews
Calon Nasabah Koperasi Tertipu Rp 40 Juta
Jakarta - Seorang warga Kelapa Gading, Jakarta Utara, Hein Kereh (56) merasa tertipu mentah-mentah setelah mengajukan pinjaman dana ke Koperasi Artama Dana Bersama. Alih-alih mendapatkan dana dari koperasi, Hein justru harus mengeluarkan uang Rp 40 juta.

\\\"Saya disuruh bayar uang Rp 40 juta, katanya sebagai biaya administrasi. Sandra ini, dia marketing Koperasi Artama Dana Bersama menjamin bahwa dengan pembayaran uang itu, permohonan pinjaman saya disetujui,\\\" jelas Hein kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (27\/2\/2012) kemarin.

Hein menjelaskan, ia awalnya melihat iklan baris di salah satu harian nasional mengenai Koperasi Artama Dana Bersama ini pada tanggal 27 November 2011. Dalam iklan tersebut, disebutkan bahwa proses pinjaman sangat mudah dan cepat.

\\\"Karena saya sedang butuh dana cepat, makanya saya mau meminjam uang ke koperasi itu,\\\" kata dia.

\\\"Di situ ada kontak person namanya Sandra. Saya telepon dia, dia katakan benar. Jadi datanglah saya ke Koperasi Artama Dana Bersama di Gedung Graha Mustika Ratu lantai 11, Gatot Subroto, Kav 74-75, Pancoran, Jaksel,\\\" jelasnya.

Setibanya di kantor koperasi itu, Hein kemudian bertemu dengan Sandra. Kepada Hein, Sandra menjelaskan persyaratan mengajukan pinjaman di koperasi tersebut.

\\\"Syaratnya ada syarat administrasi yaitu ada agunan berupa harta bergerak atau tidak bergerak, tapi itu katanya cuma formalitas saja. Kemudian KTP suami-istri, Kartu Keluarga (KK) fotocopy buku tabungan 3 bulan terakhir, rekening listrik dan telepon,\\\" paparnya.

Koperasi tersebut juga menetapkan bunga yang cukup tinggi, mencapai 1,2 persen perbulan. \\\"Tapi karena saya butuh uang cepat, jadi saya tidak masalah dengan bunga itu,\\\" kata dia.

Selanjutnya, Hein kemudian diberitahu oleh Sandra adanya biaya dalam pengurusan pinjaman tersebut. Sandra kemudian menjelaskan kalkulasi bayaran yang harus dibayarkan oleh Hein sebelum pinjamannya disetujui oleh pihak koperasi.

\\\"Nah saat itu, dia katakan, nanti kalau sudah mau cair ada pemotongan dana 10 persen lagi, tapi dijamin ada kemudahan. Itu langsung dipotong di muka kalau cair, termasuk biaya admnistrasi segala macam. Jangka waktu pengembaliannya juga 2-5 tahun,\\\" bebernya.

Setelah mendengar penjelasan Sandra mengenai segala macam persyaratan, Hein pun pulang. Keesokan harinya, tanggal 28 November 2012, Hein kembali lagi ke kantor tersebut dengan membawa sejumlah dokumen yang dipersyaratkan tadi.

\\\"Kemudian, dia katakan kalau sudah siap semuanya, tinggal siapkan uang Rp 15 juta pertamanya. Setelah itu, saya nego. Saya bilang saya terus terang butuh uang cepat dalam 2 minggu. Saya minta, uang yang dipersyaratkan akan dikasih asalkan uang pinjaman dikabulkan,\\\" jelasnya.

Saat itu, Hein memerlukan dana Rp 1-3 miliar untuk pengerjaan proyeknya. Namun kemudian, Hein disuruh menulis angka dana yang dimohonkan sebesar Rp 5 miliar.

\\\"Lalu dia bilang, \\\'bapak harus nyetor Rp 40 juta\\\'. Saya bilang ok, asal ada jaminan,\\\" katanya.

Tanpa menyebutkan adanya jaminan, Sandra mencoba meyakinkan Hein. \\\"Dia bilang 50 persen sudah disetujui aplikasinya kalau uang yang Rp 40 juta itu dikasih,\\\" imbuhnya.

Hein pun menyetujuinya. Keesokannya, tanggal 29 November 2012, Hein kemudian menyetorkan langsung uang sebesar Rp 40 juta ke rekening BCA atas nama Koperasi Artama Dana Bersama, melalui teller bank. Awalnya, dia hanya menyetor Rp 30 juta.

\\\"Sisanya, saya setorkan Rp 10 juta melalui ATM,\\\" imbuhnya.

Kepada Hein, Sandra menjanjikan akan memproses aplikasi tersebut selambat-lambatnya 2 minggu kemudian. Kemudian, mendekati tanggal 20 Desember 2011, Hein menghubungi Sandra untuk meminta kejelasan mengenai permohonan pengajuan kreditnya itu.

\\\"Bagaimana nih, kebutuhan saya sudah limit. Dia bilang sabar, sudah diproses 50 persen,\\\" katanya.

Sampai penghujung tahun 2011, Hein tidak kunjung mendapatkan berita mengenai permohonan pengajuan kreditnya itu. Hein pun mencoba menghubungi Sandra.

\\\"Lalu dia katakan permohonan saya ditolak. Saya bilang tidak apa-apa, tetapi tolong dikembalikan uang itu,\\\" katanya.

Namun, bukannya mengembalikan uang tersebut, Sandra justru mengatakan bahwa uang Rp 40 juta itu sudah habis. \\\"Katanya uangnya sudah dibagi-bagi ke managernya untuk urus ini-itu katanya besar biayanya. Di situ saya ngotot,\\\" katanya.

Padahal, lanjutnya, selama proses pengajuan aplikasi itu, Hein tidak pernah disuguhi perjanjian yang menyatakan bahwa uang itu akan dikembalikan. \\\"Waktu itu dia tidak menyebutkan ada perjanjian. Saya kaget ketika saya tagih uang saya, dia malah bilang ada dalam perjanjian. Saya tidak tahu kalau dia mungkin memalsukan tanda tangan saya dalam surat itu,\\\" paparnya.

\\\"Waktu itu saya hanya dikasih blanko formulir isian untuk pengajuan itu,\\\" lanjutnya. Menurut Hein, pihak koperasi juga tidak pernah mensurvei ke rumah atau kantor Hein.

Hingga awal Januari 2012, uang Hein tidak kunjung kembali. Akhirnya Hein pun geram. Ia kemudian mendatangi kantor koperasi tersebut. \\\"Saya temuin dia di kantornya, dia menghindar. Saya sempat marah-marah. Enak saja duit orang digituin, dimana bonafiditasnya, orang mau pinjam uang kok malah dimintai uang,\\\" ketusnya.

Kemudian, tanggal 2 Februari 2012, Hein menyurati pihak koperasi dan meminta agar uangnya dikembalikan. Namun saat itu tidak ada balasan. Tidak puas, Hein kembali menyuratinya pada tanggal 17 Februari. \\\"Saya bilang saya tunggu kabar sampai tanggal 27 Februari,\\\" imbuhnya.

Namun, hingga kemarin, ia tidak kunjung mendapatkan balasan. Akhirnya, ia memutuskan untuk melaporkan Sandra dan pihak koperasi ke Polda Metro Jaya. Dalam laporan resmi bernomor LP: TBL\/690\/II\/2012\/PMJ\/Ditreskrimum, Sandra dilaporkan atas dugaan tindak pidana pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.

\\\"Saya rasa, korban bukan cuma saya. Saya tidak ingin ada korban lain. Saya minta pemerintah menyelidiki legalitas koperasi itu,\\\" tutupnya


(mei/gun)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed