DetikNews
Jumat 27 Jan 2012, 07:14 WIB

Ke Mana Hak Para Pejalan Kaki di Jakarta?

- detikNews
Jakarta - Jalur pejalan kaki di Jakarta kerap mendapatkan sikap diskriminatif. Jalur-jalurnya kerap dimasuki oleh kendaraan bermotor atau tertutup oleh para pedagang kaki lima. Lalu kemana hak pejalan kaki di Jakarta?

Jalur khusus pedestrian alias trotoar yang direncanakan di Jakarta tidak kunjung usai atau bahkan tidak jelas interkoneksinya.

\\\"Sudah nasibnya para pejalan kaki yang menjadi korban,\\\" ujar pengamat Tata Kota dan Transportasi Yayat Supriatna saat berbincang dengan detikcom<\/em>, Jumat (27\/1\/2012).

Hal itu dimulai dengan tugas yang tidak jelas dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta terkait masalah jalur khusus pedestrian. Secara kelembagaan, tidak jelas dinas mana yang mengurusi fasilitas pejalan kaki apakah Dinas Pertamanan, Bina Marga, atau Dinas Perhubungan.

Tidak hanya itu, pedestrian yang dibangun di Jakarta juga tidak jelas interkoneksinya. \\\"Mau kemana-mana hanya sepenggal-sepenggal. Apakah jalannya sudah terencana tidak? Putus-putus,\\\" kata Yayat.

Meski ada jalan yang disediakan para pejalan kaki, namun para pejalan kaki harus berhadapan dengan para pedagang kaki lima yang berdiri di sepanjang trotoar atau pedestrian.

\\\"Punya musuh bebuyutan yaitu pedagang kaki lima. Pedagang kaki lima tidak punya izin tapi dipelihara,\\\" jelasnya.

\\\"Mereka dipungut retribusi. Ruang ini diperjual-belikan jadi seakan-akan bukan ruang bagi pejalan kaki,\\\" tambahnya.

Menurut Yayat, hak para pejalan kaki pun semakin tidak menjadi prioritas. hal itu tercermin dengan tidak dibangunnya faktor-faktor pendukung yang memadai sehingga masyarakat nyaman berjalan kaki.

\\\"Misalnya tidak ada kanopi, tidak ada pohon. malam hari tidak ada lampu penerangan dan masalah kriminalitas,\\\" ujarnya.

Sayangnya, lanjut Yayat, pemikiran bersama bagi ruang pejalan kaki baru tumbuh dengan kencang usai peristiwa tabrakan maut yang menewaskan 9 orang beberapa waktu lalu di Jakarta Pusat.

\\\"Semua orang berfikir yang sama, berpikir bahwa ruang pejalan kaki. Dialah Afriyani yang mengingatkan orang, dialah yang merubah cara berpikir,\\\" terangnya.

Ke depan, Yayat menyarankan konsep yang jelas tentang jalur pedestrian. Jalur-jalur pejalan kaki harus nyaman dan jelas interkoneksinya dan menata masalah sosial di jalur-jalur pejalan kaki, seperti masalah pedagang kaki lima.

(fiq/fjr)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed