DetikNews
Kamis 15 Dec 2011, 10:26 WIB

Siapa Capres Pilihan Megawati?

- detikNews
Siapa Capres Pilihan Megawati?
Jakarta - Tahun-tahun menjelang pilpres 2014 adalah momen yang paling menentukan bagi PDI Perjuangan. Sebab saat itu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri harus menggunakan hak prerogatifnya untuk menentukan siapa yang akan maju mewakili PDI Perjuangan ke kancah pilpres.

Berbeda dengan pilpres 2004 dan 2009, capres dari PDI Perjuangan di 2014 tidak ditentukan jauh-jauh hari. Kongres III PDI Perjuangan di Bali tahun lalu memutuskan ketua umum terpilih tidak otomatis menjadi capres dalam pemilu berikutnya. Namun Megawati, sebagai ketua umum terpilih, diberikan hak prerogatif untuk menentukan capres, yang artinya ia bisa menunjuk orang lain atau bahkan memajukan dirinya sendiri.

Dalam Rekernas I PDI Perjuangan 12-14 Desember lalu, Megawati masih saja menutup rapat-rapat soal penggunaan hak prerogatifnya itu. Soal kapan ia akan menggunakan hak istimewanya itu, juga masih dirahasiakan.

\\\"Ya nanti saja, terserah saya kapan saya maunya (memutuskan). Saya punya hak prerogatif dan ini berjalan sampai pada kongres berikutnya pada 2015,\\\" ujar Megawati di sela-sela Rakernas I PDI Perjuangan di Hotel Harris, Jl Peta, Bandung, Senin (12\/12)

Dinginnya Megawati soal isu capres juga diikuti oleh para peserta Rakernas yang tidak bersuara soal siapa yang pantas mewakili partai di ajang Pilpres. Padangan mayoritas Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan se-Indonesia pun sepi dari ajang usung mengusung capres.

\\\"24 DPD tetap sepakat menyerahkan soal capres pada keputusan kongres tahun lalu yakni menyerahkan semua kepada Ketua Umum Megawati Soekarnoputri. Siapa pun yang maju adalah wewenang ketua umum,\\\" kata Ketua Panitia Rakernas, Puan Maharani, di sela-sela penyampaian pandangan daerah, Selasa sore.

Tidak hanya sepi isu dari isu capres, Rakernas juga memberi semacam \\\'larangan\\\' bagi kader agar tidak mempolemikkan isu capres sebelum waktunya tiba. Rakernas juga memberikan rekomendasi kepada Megawati untuk menentukan capres pada momentum yang tepat sesuai dengan dinamika politik nasional yang terjadi.

\\\"Mengimbau agar para kader menghindari polemik tentang capres dan cawapres yang berpotensi memecah-mecah partai,\\\" lanjut Puan.

Meski isu capres masih sepi, namun sebagian kader menyadari calon kontestan Pilpres dari PDI Perjuangan mengerucut pada dua nama, yakni Megawati sendiri atau putrinya sendiri, Puan Maharani. Dua pilihan yang mengerucut ini diakui oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Hankam DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira.

\\\"Hingga sekarang memang masih dua nama itu (Megawati dan Puan),\\\" ujar Andreas.

Mewarisi darah Soekarno, Puan tidak serta merta diterima oleh warga partai nasionalis itu. Buktinya, cucu sang proklamator itu pernah ditolak oleh ratusan kader PDI Perjuangan di Probolinggo, Jawa Timur, yang berunjuk rasa dan berkonvoi keliling kota November lalu. Ratusan kader itu bahkan tegas mendukung Megawati maju kembali dalam pilpres.

Sementara itu, Puan sendiri selalu diplomatis saat ditanya soal kemungkinan Megawati menunjuk dirinya menjadi capres. Jawaban Puan di berbagai kesempatan pun selalu sama: \\\"Selama itu sebagai kader partai, saya siap ditempatkan di mana saja.\\\"

Namun dalam Rakernas di Bandung kemarin, Puan memberikan sedikit sinyal bahwa ia juga menunggu titah dari sang ketua umum. \\\"Sebagai kader partai, saya menunggu apa yang akan diperintahkan dan diputuskan ketum,\\\" ujarnya.

Lantas siapa yang akan mewakili PDI Perjuangan di pilpres 2014? Apakah Megawati lagi atau Puan Maharani? Atau jangan-jangan Megawati diam-diam menyimpan nama kader muda yang mungkin jauh lebih berpengalaman ketimbang putrinya itu. Sebut saja Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, Maruarar Sirait, Ganjar Pranowo atau Budiman Sudjatmiko.

Semua kemungkinan bisa terjadi. Dan yang pasti penentuan capres PDI Perjuangan adalah pembuktian berhasil atau tidaknya sistem pengkaderan partai idelogis warisan Bung Karno itu.


(lrn/vit)
-
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed