DetikNews
Rabu 20 Jul 2011, 13:57 WIB

Penipu Kupon Undian \'ABC Mocca\' Ditangkap

- detikNews
Penipu Kupon Undian \ABC Mocca\ Ditangkap
Jakarta - Jika Anda mendapat kupon undian berhadiah dalam kemasan produk-produk makanan dan rumah tangga, jangan langsung percaya. Karena bisa jadi, kupon tersebut adalah palsu yang dimaksudkan untuk menipu Anda.

Seperti yang baru saja ditangkap aparat Cyber Crime Polda Metro Jaya, Nasrullan bin Laysi alias Nasrul (20). Pemuda asal Kampung Ambomati RT 04\/02 Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Pare-pare, Sulawesi Utara itu ditangkap atas dugaan penipuan melalui kupon undian dan situs jejaring sosial Facebook.

\\\"Selain melakukan penipuan lewat facebook, pelaku diduga hendak menyebarkan kupon undian berhadiah dengan tujuan untuk menipu juga,\\\" kata Kepala Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya AKBP Hermawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (20\/7\/2011).

Tersangka Nasrul ditangkap di rumahnya pada Jumat (15\/7\/2011) saat tengah asik mengoperasikan Facebook. Di rumah tersangka, polisi menemukan sekitar 200 lembar kupon undian berhadiah dari kopi ABC Mocca.

Hermawan mengungkapkan, tersangka mencetak sendiri kupon undian berhadiah tersebut. Kupon-kupon tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kemasan kopi merek ABC mocca.

\\\"Tersangka mencetak sendiri kuponnya dengan menggunakan printer. Kegiatan ini dilakukan di rumahnya,\\\" kata Hermawan.

Dalam prakteknya, tersangka membuat 3 kupon. Kupon pertama dan kedua berukuran 5x10 centimeter berwarna kuning yang berisi pengumuman dari PT Santos Jaya Abadi Tbk (perusahaan kopi tersebut). Dalam kupon tersebut, tersangka mengatakan seolah-olah pemegang kupon berhak mendapatkan satu unit Grand Livina.

Untuk meyakinkan korban, tersangka kemudian mencantumkan persyaratan dan ketentuan pemenang. Ia bahkan mencantumkan warning kepada pemegang kupon untuk berhati-hati atas penipuan.

\\\"Hati-hati terhadap segala bentuk penipuan. Kami tidak pernah menyelenggarakan undian kecuali hadiah langsung. Pajak ditanggung perusahaan,\\\" begitulah peringatan dalam kupon tersebut.

Kupon tersebut dibubuhi tanda tangan 3 pejabat yang dipalsukan yakni General Manager PT Santos Jaya Abadi, Andika Prayitno, SE, mengatasnamakan Kapolda Metro Jaya AKBP Purwoko Susanto dan notaris Risman Tarigan.

\\\"Semuanya palsu,\\\" ujar Hermawan.

Sedangkan kupon terakhir berukuran 2x5 centimeter dengan dibubuhi gambar mobil Grand Livina. Di situ, tersangka mencantumkan pin BlackBerry dan nomor telepon 021-50641662 dan 082113124448.

\\\"Tersangka mengaku belum sempat mengedarkan kupon tersebut,\\\" ujar dia.

Selain menipu lewat kupon undian, tersangka juga melakukan penipuan lewat Facebook. Tersangka berpura-pura menjual alat-alat elektronik berupa handphone dan laptop dengan harga miring melalui akun Facebook \\\'Novi Ansyah (Cellular Handphone).

\\\"Tersangka mengoperasikan Facebooknya dari rumahnya,\\\" kata dia.

Sementara itu, Nasrul mengaku telah melakukan penipuan melalui Facebook sejak tahun 2010 lalu. Selama itu, ia telah mengumpulkan uang belasan juta dari hasil penipuannya.

\\\"Saya baru dapat pada Desember 2010 sebesar Rp 2,5 juta. Uangnya saya gunakan untuk karaoke, jalan-jalan,\\\" kata Nasrul.

Nasrul bahkan nekat meminjam uang kepada bibinya untuk membeli sebuah laptop. Itu ia lakukan agar dia bisa bermain Facebook sepuasnya di rumahnya.

\\\"Saya beli laptop pakai uang tante Rp 6 juta, beli baru,\\\" kata pemuda pengangguran itu.

Awalnya, ia asik main game Poker di facebook. Dari situ, muncul ide untuk mendapatkan uang secara nyata, dengan menipu.
Nasrul mengaku nekat melakukan penipuan itu untuk mencari uang. Pria lulusan SMP itu putus asa tidak mendapat pekerjaan yang layak.

\\\"Saya selama ini cuma bantu-bantu orangtua bertani. Saya pengen dapat uang dari hasil saya sendiri,\\\" kata Nasrul.

Ilmu menipu itu, dia peroleh dari internet dan informasi teman-temannya dan berita dari media-media terkait penipuan. Alhasil, ia terinspirasi untuk melakukan penipuan tersebut.

\\\"Saya kerja begini (menipu) hanya sendirian, nggak ada bantuan teman,\\\" katanya.

Bahkan, keahlian menipunya sudah mulai dilakukan dengan modus lain. Ia mulai belajar melakukan penipuan dengan menyebarkan kupon undian berhadiah.

Inspirasi itu, muncul ketika ia mendapat kupon undian hadiah yang dilempar orang tidak di kenal di depan rumahnya. \\\"Lalu saya mencontek kupon itu dan saya belajar mencetak di tempat fotocopy,\\\" kata Nasrul.

Namun, upaya penpiuan modus kupon undian gagal karena keburu ditangkap polisi. \\\"Saya tadinya mau titip ke teman saya yang merantau ke Jawa untuk disebar,\\\" tutupnya.

Kini, Nasrul harus berurusan dengan kepolisian. Atas perbuatannya, ia dijerat Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan atau Pasal 28 ayat (1) jo pasal 45 ayat (2) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).




(mei/lrn)
Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, di program "Reportase Sore" TRANS TV, Senin sampai Jumat mulai pukul 14.30 - 15.00 WIB
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed