DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Selasa 19 Apr 2011, 23:44 WIB

Debt Collector Dianiaya Nasabah

SMS Finance Perketat Pelaksanaan Tugas Debt Collector

- detikNews
Jakarta - Sinar Mitra Sepadan (SMS) Finance menegaskan Helmy Yohanes Manuputty (34) bukanlah karyawan resmi perusahaan. SMS Finance akan memperketat pelaksanaan tugas yang dilakukan debt collectornya.

\\\"Kalau ada (penyimpangan) kita tertibkan. Kita pantau tegas dan ketat terhadap pelaksaan tugasnya,\\\" kata Coorporate Secretary SMS Finance, Nono Widayatno, di Wisma Milenia Jl MT Haryono, Jaksel, Selasa (19\/4\/2011).

Nono mengakui pihaknya memiliki keterbatasan dalam mengontrol rekanan yang bertugas sebagai debt collector dilapangan. Namun pihaknya berjanji akan terus memantau kinerja penerima kuasa yang ditugaskan sebagai debt collector tersebut.

\\\"Sejak awal kita menekankan pihak ketiga tidak melimpahkan kuasa ke pihak lain,\\\" jelasnya.

SMS Finance, lanjut Nono, dalam melakukan perekrutan rekanan pihak ketiga selalu melihat reputasi dan historis seseorang yang akan dijadikan debt collector. Pihaknya juga bekerjasama dengan polisi dan pihak lain untuk mengetahui calon rekanan tersebut.

\\\"Semua rekanan resmi kami terdata,\\\" tegasnya.

Nono juga menegaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pembekalan untuk setiap calon debt collector yang akan direkrut. Selain itu, para calon debt collector tersebut juga menandatangani kerjasama untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.

\\\"Tidak ada instruksi mengarahkan kekerasan, tidak ada sama sekali.\\\" bantahnya.

Mengenai kematian Helmy Yohanes Manuputty (34), Nono menjelaskan pihaknya akan mencari tahu dulu keterkaitan dengan rekanan SMS Finance.

\\\"Kalau ini rekan dari rekanan kita, kita akan mencoba memberi simpati. Bentuknya seperti apa, belum diputuskan,\\\" paparnya.

Kasus penganiayaan yang berujung kepada tewasnya debt collector Helmy Yohanes Manuputty (34) sudah dilaporkan ke polisi. Helmy diduga tewas setelah \\\"diambil\\\" dan dianiaya oleh puluhan orang yang diduga oknum TNI.

Menurut penjelasan rekan Helmy, Buce, Helmy \\\"diambil\\\"  oleh sekitar 40-an oknum TNI lalu dibuang ke Cililitan. Helmy meninggal dunia di RS UKI, Cawang, Jakarta Timur, pada Senin 18 April 2011 sore hari. Koptu R mengambil kredit mobil dan menunggak bayaran 2 bulan. Sementara, Kostrad Cilodong menyangkal ada prajuritnya terlibat dalam insiden kekerasan itu.


(mpr/did)
Komentar ...
News Feed