DetikNews
Sabtu 02 Apr 2011, 12:52 WIB

Laporan Dari Dubai

Jejak Sang Presiden dalam Kemegahan Masjid Syech Zayed di Abu Dhabi

- detikNews
Jejak Sang Presiden dalam Kemegahan Masjid Syech Zayed di Abu Dhabi
Dubai - Salah satu kebanggan warga Uni Emirat Arab adalah Masjid Zayed bin Sultan Al Nahyan, atau biasa disebut masjid Syech Zayed. Masjid yang terletak di Ibukota Uni Emirat Arab tersebut konon merupakan masjid termegah ketiga di dunia.

Nama masjid tersebut diambil dari penggagas sekaligus presiden pertama UEA, Syech Zahed yang juga dimakamkan di tempat tersebut.

Pantauan detikcom, Sabtu (2\/4\/2011), kemegahan masjid yang berwarna putih ini terletak dari seluruh bangunannya yang dibuat dari marmer terbaik. Bahan bangunan marmer ini membuat masjid terasa dingin bahkan di saat musim panas yang mencapai suhu 54 derajat Celcius.

Empat menara berdiri di empat sudut masjid dengan kubah besar di tengah-tengah masjid membuat bangunannya terlihat kokoh. Halaman di sekitar masjid juga ditanami rumput dan pohon kurma sehingga tampak asri dan teduh di tengah gurun.

Ornamen dalam masjid juga sangat mewah. Emas, intan, emas putih menghiasi setiap dekorasi interior masjid. Konon untuk pembuatan dekorasi interior masjid, raja menghabiskan ratusan kilo gram emas dan intan yang semuanya bersumber dari kantong pribadinya.

Karpet yang terbentang luas di masjid ini merupakan karpet terbesar di dunia dengan ukuran 5,627 meter persegi dan tidak ada sambungannya. Karpet tidak didatangkan dari luar, melainkan ditenun di dalam masjid yang diresmikan tahun 2007 lalu ini.

Karpet yang beraneka warna ini juga sangat tebal dan empuk, sehingga dinginnya marmer hilang sudah saat kaki menginjak bagian dalam masjid.

Masjid ini juga mempunyai candelier (lampu lilin) terbesar dunia. Terdapat tujuh lampu lilin yang diimpor dari Jerman dan semuanya terbuat dari tembaga dan berbalut emas. Lampu lilin yang terbesar berdiameter 10 meter dan 15 meter tinggi.

Masjid ini pun bisa dikunjungi siapa saja, termasuk wisatawan asing non muslim. Bagi pengunjung wanita diharuskan mengenakan baju Abuba (baju kerudung Arab) yang disediakan di pintu masuk masjid.

Wisatawan bisa menjelajahi setiap sudut masjid setelah melepas alas kakinya. Bahkan berfoto pun diperkenankan di dalam masjid ini. Pengunjung hanya dilarang mendekat di area mimbar yang telah diberi garis.

Masjid ini akan ramai pada saat bulan Ramadan, di mana ribuan pekerja berbuka di masjid ini.

Uni Emirat Arab adalah persatuan 7 kerajaan-kerajaan kecil yaitu Abu Dhabi, Dubai, Ajman, Fujairah, Ras Al Khaimah, Sharjah, dan Umm Al Quawain, dengan Ibukota Abu Dhabi dan Dubai sebagai pusat bisnis. Raja-raja tetap memimpin negara bagian masing-masing, sedangkan untuk presiden diambil dari raja Abu Dhabi sedangkan wakilnya Raja Dubai, jabatan presiden dan wakilnya juga diberikan secara turun temurun.

UEA merdeka sejak 2 Desember 1971 dengan presiden pertamanya Zayed Bin Sultan Al Nahyan. Setelah Presiden mangkat, putra mahkota menggantikan kedudukannya sebagai raja Abu Dhabi dan presiden UEA.

Presiden juga dikenal sebagai bapak bangsa, kedekatannya dengan masyarakat dan pemikirannya untuk membangun UEA menjadi cikal bakal konsep negara yang modern di belantara padang pasir Timur Tengah.



(her/aan)
Ikuti informasi penting, menarik dan dekat dengan kita sepanjang hari, di program "Reportase Sore" TRANS TV, Senin sampai Jumat mulai pukul 14.30 - 15.00 WIB
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed