DetikNews
Senin 22 Sep 2008, 13:22 WIB

KPU Diminta Putuskan Format Surat Suara dan Tata Cara Pemberian Suara

- detikNews
Jakarta - Lagi-lagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dikritik tidak tegas, tidak adil dan tidak mandiri terkait surat suara dan tata cara pemberian suara. Pokja Pemantau Penyelenggara Pemilu (P4)  meminta KPU segera memutuskan, bila tidak akan kesulitan dalam sosialisasi.

"Ada dua hal yang krusial, sampai hari ini KPU belum berani membuat keputusan seperti apa surat suara dan pemberian tanda seperti apa," kata Ketua Formappi Sebastian Salang dalam jumpa pers P4 di LBH Jakarta, Jl Diponegoro, Jakarta, Senin (22\/9\/2008).

Menurut Sebastian, bila dihitung pelaksanaan Pemilu 2009 tinggal 202 hari lagi. Sayangnya, hingga kini KPU belum menetapkan surat suara untuk Pemilu 2009, serta belum membuat peraturan teknis tata cara memberikan tanda pada surat suara.

"Kalau ini tidak segera dilakukan, kapan KPU bisa melakukan sosialisasi. KPU mesti segera buat keputusan," jelasnya.

Selain itu, lanjut Sebastian, model surat suara yang ditawarkan KPU dengan model kotak nomor urut dan logo parpol besar, sementara kotak nama dan nomor urut caleg sangat kecil. "Ini menimbulkan tingkat keruwetan akurasi yang semakin menyulitkan pemilih atau tingkat kesalahannya bisa 40 persen," ujarnya.

Sebastian juga menyatakan KPU terlalu latah dengan mengeluarkan tanda contreng sebagai pengambilan suara pada surat suara. Padahal selama ini belum ada sosialisasi dan belum diputuskan.

"Ini penyesatan. Padahal ada tiga prinsip soal ini, pemberian tanda untuk memudahkan masyarakat, ada jaminan akurasi serta efisien," tandasnya.

Sementara itu, Koordinator JPPR Jeirry Sumampau menyatakan, memang ada perbedaan disain surat suara yang dimiliki KPU dan P4. Disain KPU sendiri dinilai tidak sesuai dengan Pasal 143 UU No 10\/2008 tentang Pemilu yang menyebutkan dalam surat suarat itu memilih caleg dan nomor urut, tapi kotak untuk nomor urut dan logo parpol lebih besar.

"Jadi apakah untuk memilih orang (caleg) atau parpol?" tanyanya.

P4 menawarkan dua versi model surat suara kepada KPU, yaitu model horizontal dan vertikal. Masing-masing model menampilkan formta untuk nomor urut dan logo partai yang sama besar dengan format nomor urut dan nama caleg.

"Kita buat format untuk nomor urut dan nama caleg jadi terlihat lebih besar, sehingga memudahkan masyarakat untuk menandai caleg atau orang parpol yang dipilihnya. Ini lebih adil, bukannya memilih parpolnya," ungkapnya.

Memang menurut Jeirry, masyarakart nantinya akan menandai tanda partai sekaligus calegnya. Model yang ditawarkannya ini justru untuk memudahkan penandaan atau contreng, beda dengan buatan KPU yang sangat kecil, sehingga bisa menimbulkan kesalahan (tak sah).

Kelambatan ini, Jeirry menambahkan, akan mengancam persiapan Pemilu 2009 yang berkualitas dan demokrasi. Sebab, keterlambatan membuat keputusan itu menyebabkan sosialisasi Pemilu 2009 semakin sempit waktunya.


(zal/nrl)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed