DetikNews
Selasa 16 Sep 2008, 13:58 WIB

Kasus Munir

Suciwati Bersitegang dengan Desmond J Mahesa

- detikNews
Suciwati Bersitegang dengan Desmond J Mahesa
Jakarta - Istri almarhum Munir, Suciwati, bersitegang dengan korban penculikan Tim Mawar pada tahun 1997, Desmond Junaidi Mahesa. Desmond kini menjadi pengacara mantan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Muchdi Purwoprandjono dalam kasus Munir.

Kejadian ini terjadi dalam persidangan kasus Munir dengan terdakwa Muchdi Pr di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta, Selasa (16\/\/9\/2008).

Berikut tanya jawab Suciwati (S) dengan Desmond (D).

D: Apakah almarhum Munir pernah bercerita tentang pengungkapan pengungkapan kasus penculikan atau pada temuan Kontras (Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan)?

S: Secara detail saya tidak kompeten untuk menceritakan. Tapi ada beberapa hal yang diceritakannya. Juga yang diceritakan para korban. Bagaimana juga dia menceritakan tentang Saudara, yang salah culik sebetulnya. Dan juga Anda diadvokasi oleh almarhum.

Sidang pun penuh tawa dan teriakan riuh dari pengunjung. "Huuu.."

D: Memang apakah semua yang diculik ini diculik Kopassus?

S: Kebanyakan. Tapi saya nggak bisa katakan. Tapi dari beberapa korban menceritakan tempatnya di Cijantung.

D: Andi Arief diculik Kopassus atau bukan?

S: Saya tidak tahu. Tapi dari keterangan Andi Arief, dari sebuah markas dia dipindah ke Polda (Polda Metro Jaya) selama satu minggu. Dan dia diberikan pendamping atau pengacara, setelah itu baru telepon suami saya.

D: Anda bilang saya salah culik? (nada tinggi)

S: Itu yang diberitahukan kepada saya. Anda adalah orang yang salah culik ternyata.

D: Kalau saya salah culik, kenapa saya bisa ketemu sama Yani Afri Ahmad?

S: Ya harusnya Anda memberi kesaksian di sini. Anda ke mana waktu itu?

Lagi-lagi persidangan dipenuhi tawa dan teriakan cibiran dari pendukung Munir,"Hahahaha..".

D: Saya ingin tegaskan sekali lagi, apa yang ditemukan Kontras pada basis penculikan? Apa ada keterangan Desmond diculik di mana?

S: Saya detail tidak tahu. Tapi ada 9 orang yang dibebaskan atas advokasi yang dilakukan almarhum.

Ketua majelis hakim Suharto pun bertanya,"Ada lagi?"

D: Cukup-Cukup.

Pada paruh pertama 1997 telah terjadi penculikan terhadap 22 aktivis prodemokrasi. Mereka adalah Yani Afri, Sonny, M Yusuf, Noval Alkatiri, Dedy Hamdun, Ismail, Desmond Junaidi Mahesa, Pius Lustrilanang, Suyat, Haryanto Taslam, Aan Rusdianto, Faisol Reza, Herman Hendrawan, Mugianto, Nezar Patria, Rahardjo Walujo Djati, Bimo Petrus Anugerah, Andi Arief, Abdun Nasir, Hendra Hambalie, Ucok M Siahaan dan Yadin Muhidin.
(nwk/nrl)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed