DetikNews
Senin 15 Sep 2008, 10:05 WIB

Kejati Maluku Usut Dugaan Korupsi Dana Pengungsi Rp 35,5 Miliar

- detikNews
Ambon - Tim khusus Kejati Maluku tengah mengusut kasus dugaan korupsi Proyek Keserasian Bagi Pembangunan dan Pemberdayaan Pengungsi Maluku sebesar Rp 35 miliar. Tim itu juga membidik kasus korupsi kredit macet di Bank Maluku.

"Kami akan melakukan pemeriksaan terhadap para penerima bantuan dana keserasian tersebut," kata Ketua Tim Khusus Wiem Lingitubun di Kantor Kejati Maluku, Jl Sultan Hairun Ambon, Senin (15\/9\/2008).

Pria yang juga menjabat Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Kejati Maluku ini mengatakan, ada dua wilayah menjadi lokasi pengumpulan data yakni Maluku Tengah dan Kota Ambon.

"Sabtu dan Minggu, kami akan turun ke desa-desa sehingga dengan demikian indikasi temuan penggelapan hak negara akan terbukti," ujarnya.

Lingitubun mengatakan membidik kasus kredit macet Bank Maluku yang melibatkan 23 perusahan. "Langkah awal, kita lakukan negosiasi dengan perusahaan-perusahaan itu untuk membayar tunggakannya kepada Bank Maluku," kata Lingitubun.

Namun jika langkah negosiasi gagal, lanjut dia, akan menempuh jalan
lain guna mengembalikan kerugian negara yang diperkirakan mencapai
puluhan miliar rupiah ini.

Menurut dia, Kejati Maluku sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) maupun sejumlah instansi terkait untuk pengusutan kredit macet di Bank Maluku ini.
(han/aan)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed