DetikNews
Rabu 30 Januari 2019, 09:15 WIB

Mengintip Kesibukan Pengrajin Wayang Potehi Jelang Imlek

Enggran Eko Budianto - detikNews
Mengintip Kesibukan Pengrajin Wayang Potehi Jelang Imlek Foto: Enggran Eko Budianto
Jombang - Pertunjukan Wayang Potehi selalu mewarnai perayaan tahun baru Imlek setiap tahunnya. Kesenian khas warga Tionghoa ini ternyata dibuat sebuah paguyuban di Kabupaten Jombang. Seperti apa?

Paguyuban Wayang Potehi Fu He An ini bermarkas di Museum Potehi, Jalan Raya Wangkal, Dusun Tukangan, Desa/Kecamatan Gudo, Jombang. Jaraknya hanya sekitar 50 meter dari Klenteng Tri Dharma Hong San Kiong.

Salah seroang pengrajin yang piawai membuat Wayang Potehi di paguyuban ini adalah Supangat (50). Lahir di Jepara, kakek 4 cucu ini mewarisi keterampilan mengukir kayu. Sejak sekitar 18 tahun yang lalu, dia menggunakan keterampilan tersebut untuk membuat Wayang Potehi.

"Awalnya saya ngukir mebel, lalu diajak Pak Toni (pimpinan Paguyuban Fu He An) untuk membuat Wayang Potehi," kata Supangat saat dikonfirmasi di lokasi, Rabu (30/1/2019).


Wayang Potehi dibuat menggunakan kayu Waru. Kayu jenis ini lebih ringan dan mudah diukir menjadi beragam karakter.

Proses pembuatan wayang diawali dengan pemotongan kayu dengan ukuran yang presisi, yaitu dengan dimensi 12x7x5 Cm. Tujuannya supaya tokoh wayang yang dibuat benar-benar seimbang kedua sisinya.

Mengintip Kesibukan Pengrajin Wayang Potehi Jelang ImlekFoto: Enggran Eko Budianto

Potongan kayu tersebut lantas diukir menggunakan pahat beragam ukuran. Ukiran sendiri menyesuaikan tokoh wayang yang akan dibuat. Wayang yang sudah jadi tinggal dihaluskan dengan amplas lalu diwarnai.

"Satu tokoh wayang waktu pembuatannya selama satu hari," ungkap Supangat.


Pimpinan Paguyuban Wayang Potehi Fu He An Toni Harsono menuturkan, jumlah karakter wayang ini mencapai ratusan. Tak semua tokoh pewayangan itu dibuat di tempat ini. Karena hanya 50 sampai 70 tokoh utama saja yang sering kali dipentaskan dalam pertunjukan.

"Seperti tokoh Sun Go Kong, Tong Sam Chong, Cu Pat Kay ini kan tidak bisa diganti-ganti," terangnya.

Produksi Wayang Potehi di paguyuban ini, lanjut Toni, dilakukan sejak 2001 silam. Namun, sejauh ini hanya untuk memenuhi kebutuhan pementasan. Menurut dia, seperti perayaan Imlek tahun ini, permintaan pertunjukan Wayang Potehi meningkat sehingga membutuhkan banyak wayang.

"Wayang ini kami buat tidak untuk kami jual. Seperti Imlek tahun ini kami banyak job. Sehingga pembuatan wayang meningkat," tandasnya.
(iwd/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed