DetikNews
Jumat 21 Oktober 2016, 03:14 WIB

Hadapi MEA, Jawa Timur Kekurangan Dokter Gigi

Rois Jajeli - detikNews
Hadapi MEA, Jawa Timur Kekurangan Dokter Gigi Wagub Jatim Saifullah (Foto: Rois Jajeli/detikcom)
Surabaya - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) resmi berlaku awal 2016 lalu. Dalam rangkat meningkatkan daya saing dengan negara ASEAN lain, Indonesia terus berusaha memperbaiki kualitas sumber daya manusianya.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengatakan, ada sejumlah profesi yang harus mendapat mendapatkan mutual recognation arrangement (MRA) atau pengaturan pengakuan kesetaraan di lingkup ASEAN. Salah satunya adalah profesi dokter gigi.

Menurut Saifullah, perbandingan jumlah dokter gigi dengan jumlah masyarakat saat ini sangat timpang. Wilayah Jawa Timur sendiri perbandingannya 1:10.000.

"Ideal perbandingannya 1:5000 penduduk," kata Saifullah di sela Airlangga International Dental Expo (Aidentex) di Surabaya, Kamis (20/10/2016).

Disebutkan sebanyak 152 dari 960 puskesmas di 855 desa, tidak memiliki dokter gigi. Menurutnya, itu pun kebanyakan dokter gigi menumpuk di kota-kota besar saja.

"Bahkan lebih dari 40 persen dokter gigi berada di Surabaya. Dengan jumlah penduduk 38 juta jiwa, hanya 4.100 dokter gigi yang terdaftar di Jawa Timur dengan rasio 1:10 ribu penduduk," terang Saifullah.

Selain dokter gigi, ada 7 profesi lainnya yang juga perlu kesetaraan, yakni arsitek, tenaga survei, akuntan, tenaga pariwisata, dokter, dan perawat.

Ia mengatakan, Pemprov Jatim sangat mendukung penyelenggaraan Aidentex, pameran yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia dan digagas oleh Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga.

"Kegiatan positif ini adalah bukti nyata geliat dokter gigi di Jawa Timur sebagai upaya memperkuat barisan profesional Indonesia dalam berkompetisi di era MEA," tandasnya.

Sementara itu, Dekan FKG Unair, DR drg Darmawan Setijanto M.Kes, mengatakan, pameran ini ini diikuti 40 exhibitor dari berbagai daerah. Selain itu, Aidentex tidak lain untuk memudahkan para dokter gigi, khususnya dokter gigi muda dalam membuka praktek.

"Karena di tempat (pameran) ini tersaji banyak produk yang dibutuhkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Kami ingin, mereka (dokter gigi) yang baru lulus bisa langsung berkarya dengan baik," jelas Darmawan.

Rois Jajeli/detikcomFoto: Rois Jajeli/detikcom

(roi/rna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed