DetikNews
Kamis 05 Mei 2016, 07:36 WIB

Seniman Indonesia dan Prancis Tampilkan Wayang Layang L'Oiseau

Rois Jajeli - detikNews
Seniman Indonesia dan Prancis Tampilkan Wayang Layang LOiseau Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Seniman gabungan dari Indonesia dan Prancis berkolaborasi menampilkan Wayang Layang L'Oiseau (The Bird) di gedung kesenian Cak Durasim, Surabaya.

Pertunjukan Wayang Layang L'Oiseau yang menjadi pembuka Printemps Festival (Festival Seni Prancis) di panggung terbuka Cak Durasim, Rabu (4/5/2016) malam, mengusung tema pendidikan dan cipta karya.

Kelompok seniman dari Prancis, Les Remouleurs beranggotakan Gallia Valet, Oliver Vallet dan Anne Bitran, berkolaborasi dengan seniman dari beberapa daerah Indonesia yakni, Heri Dono, Rangga Jadoel dan Sugeng Utomo dari Yogyakarta. Bob dari komunitas Marjinal Kolektif (Jakarta), Gepeng Dewantoro dan Wayang Motekar dari Bandung. Dan diringi group musik Senyawa (Rully Shabara dan Wukir Suryadi) band asal Yogyakarta yang pernah tampil di Melbourne International Jazz Festival 2011.

"Respon dari penonton di Surabaya terhadap pertunjukan wayang layang ini cukup bagus," kata Veronique Mathelin, Direktur IFI (Institute Francais d'Indonesie) Surabaya.

Di panggung terbuka Cak Durasim, wayang raksasa ukuran sayap sepanjang 8 meter dikendalikan 4 orang. Sang dalang pun mulai bercerita tentang gambar-gambar yang dipantulkan ke layang-layang berbentuk balon heliun putih.

Pengendali wayang layang dalam membawa balon-balon helium mampu mengikuti arah angin dan bisa menjaga komposisi bentuk wayang layang tidak berubah diterpa angin.

Berberapa komposisi dibentuk seperti burung yang mengepakkan sayapnya. Burung terbang dan mengatupkan kedua sayapnya hingga burung saat bertengger di dahan.

Dengan panggung terbuka, suasana gelap dan disoroti lampu tertuju ke balon-balon helium menampilkan tema tentang pendidikan dan cipta karya. Suasana semakin cantik dengan background lampu-lampu gedung bertingkat di tengah kota Surabaya.

Suguhan kolaborasi seniman dari Indonesia dan Prancis ini mendapat respon positif dari penonton.

"Cukup bagus penampilannya. Dan pesan-pesan yang disampaikan di wayang layang tentang sosial, pendidikan cukup mengena," kata Rista, penonton Wayang Layang L'Oiseau.

Sebelum di Surabaya, Wayang Layang L'Oiseau tampil di Yogyakarta pada 28 April, Jakarta 30 April. Dari Surabaya, kesenian yang pertama kali tampil di industri seni budaya di Indonesia, akan melanjutkan 'terbang' ke Bandung pada 7 Mei dan Bali 10 Mei.

Direktur Artistik Les Remouleurs Anne Bitran mengatakan, sejak Oktober pihaknya bertemu banyak seniman-seniman hebat Indonesia yang membuat sketsa untuk dirpoyeksikan ke wayang layang.

"Kami juga beruntung bisa bekerjasama dengan Senyawa (group band asal Yogyakarta), membuat pertunjukan semakin istimewa," terang Anne.

Wayang Layang ini bagian dari Festival Printemps Francais 2016. Festival yang digelar di 10 kota di Indonesia, didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation Renitasari Adrian menambahkan, dengan hadirnya pertunjukan wayang layang di 5 kota, diharapkan dapat menginspirasi seniman untuk bereksplorasi dalam karyanya.

"Penonton yang hadir, khususnya generasi muda dapat lebih mengenal dan turut serta melestarikan budaya," tandasnya.


(roi/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed