detikNews
Rabu 27 Juli 2016, 17:37 WIB

Wali Kota Risma akan Pertahankan Kampung di Tengah Kota

Zaenal Effendi - detikNews
Wali Kota Risma akan Pertahankan Kampung di Tengah Kota Lorong Kampung penuh mural/Foto: Budi Sugiharto
Surabaya -
Jalan kampung di Surabaya terhaga kebersihannya


Selain kemajuan, warga yang ikut membangun. Kota Surabaya juga terbangun karena adanya kampung-kampung. Salah satunya Kampung Ketandan yang berada di pusat jantung kota Pahlawan.

"Kampung di tengah kota saya akan berusaha mempertahankan, Surabaya terbentuk karena kampung-kampung," kata Risma di depan delegasi The Third Session Preparatory Committe (Prepcom) 3 for UN Habitat III saat peresmian Balai Budaya Cak Markeso di Kampung Ketandan, Rabu (27/7/2016).

Balai Budaya tersebut dibangun di tengah-tengah pemukiman warga yang diharapkan bisa menjadi 'penyambung rasa' bagi wargaKetandan, dalam berinteraksi dan berdiskusi tentang segala hal terkait lingkungan tempattinggalnya.
lorong kampung penuh mural


Keberadaan Kampung Ketandan yang 'dikepung' oleh bangunan hotel dan juga mal, sangat krusial untuk 'menghidupkan' pusat kota. Sebab, kampung yang berada tepat di jantung Kota Surabaya ini, hidup selama 24 jam karena warganya aktif berinteraksi. Beda dengan kawasan pertokoan yang sudah "mati" ketika pukul 22.00 WIB.

"Mereka-lah yang jaga hidup kota selama 24 jam karena toko-toko tutup jam 10 malam. Karena itu, saya berusaha semampu saya untuk mempertahankan kampung ini. Karena sejarah Surabaya itu terbentuk dari kampung-kampung," ujar Risma.

Pembangunan joglo yang difungsikan sebagai pendopo ini merupakan hasil kerja sama United Cities Local Goverment Asia Pacific (UCLG ASPAC), UN Habitat dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

SekjenUCLGASPAC,BernardiaIrawatiTjandradewi mengatakan, ruang publik bukan hanya berupa ruang terbuka hijau. Tapi juga berupa bangunan yang bisa difungsikan warga untuk berkumpul dan memperkuat interaksi sosialnya. Balai Budaya tersebut diberi nama CakMarkeso-tokoh ternama ludruk-dengan tujuan untuk mempersatukan dan memelihara warisan budaya di area tersebut.
Wali Kota Risma resmikan Balai Budaya Cak Markeso


"Dan balai budaya ini tidak akan mungkin berdiri tanpa adanya peran dari warga. Saya dengar warga bahkan tidak tidur untuk membangun ini. Itu membuat mereka merasa memiliki bangunan ini," ujar Bernardia.

Bernardia mengaku sebelumnya sudah pernah berkunjung ke Ketandan. Dan, setiap datang ke kampung yang berada di sebelah barat ruas Jalan Tunjungan (sekitar 100 meter arah Selatan dari Siola), dia mengaku jatuh cinta dengan guyub nya masyarakat di sana.

"Saya senang Kampung Ketandan ini. Masyarakat nya saling support untuk membenahi kampung. Lingkungannya juga aman. Saya dengar Bu Risma juga dua kali membantu mengecat bersama warga," pungkas dia.
(ze/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com