DetikNews
Selasa 14 Juni 2016, 13:31 WIB

Pelajar di Surabaya Desak Google dan Youtube Tutup Konten Porno

Rois Jajeli - detikNews
Pelajar di Surabaya Desak Google dan Youtube Tutup Konten Porno Google dan Youtube didesak Tutup Konten Porno/Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Ratusan pelajar mulai dari SMP dan SMA serta mubaligh dan pengurus daerah Muhammadiyah Kota Surabaya menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Dalam aksinya, mereka mendesak google dan youtube menutup konten pornografi.

"Kami bukannya menolak google maupun youtube. Tapi kami meminta konten maupun situs yang ada di google maupun youtube untuk segera diblokir," kata Dikky Syadqomullah, Sekretaris Majelis Tabligh Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya di sela-sela aksinya, Selasa (14/6/2016).

Ia menerangkan, fenomena akhir-akhir ini yang terjadi di Indonesia sangat menyayat hati. Mulai dari kasus pemerkosaan di Bengkulu yang dialami anak berusia 14 tahun yang dilakukan oleh 14 anak di bawah umur. Kasus pemerkosaan anak di daerah Ngagel Surabaya.

Katanya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA) Yohanna Yembise menyebutkan, saat ini ada sekitar 25 ribu gambar pornografi yang terkait dengan anak beredar. Kondisi tersebut dianggap sudah mencapai titik darurat seperti krisis terhadap narkoba, minuman keras.

"Anak-anak kecanduan pornografi seperti kecanduan narkoba," ujarnya.

"Kami mendesak kepada Google dan Youtube yang beroperasi di Indonesia, serta Menteri Kominfo untuk segera memblokir dan membersihkan situs-situs porno," tegasnya.

PD Muhammadiyah Kota Surabaya memberikan tenggat waktu 7 x 24 jam kepada Google dan Youtube yang beroperasi di Indonesia, untuk segera memblokir dan membersihkan situs porno atau situs dewasa.

"Kami juga mendesak kepada Menkominfo agar menindak tegas," tandasnya sambil menambahkan, jika dalam waktu 7 x 24 jam belum ada langkah konkret, keluarga besar persyarikatan Muhammadiyah Kota Surabaya akan menggelar aksi lebih besar lagi.

Dalam aksi siang tadi, massa dari berbagai pelajar SMA dan SMP di lingkungan Muhammadiyah di Surabaya itu membentangkan berbagai poster dan spanduk penolakan situs porno yang diantaranya bertuliskan, 'Konten pornografi merajalela merusak moral generasi bangsa. Mendesak pemerintah blokir konten porno google dan youtube', . 'Say no to pornografi and think positive', 'Selamatkan generasi bangsa dari bahaya pornografi', 'Pornography is a crime, stop surfing porn'.


(roi/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed