DetikNews
Rabu 15 November 2017, 12:13 WIB

Kaki Pemuda Sukabumi Nyaris Putus Diserang Kelompok Bertopeng

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kaki Pemuda Sukabumi Nyaris Putus Diserang Kelompok Bertopeng Tim medis memeriksa korban penyerangan kelompok bertopeng di Kota Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Sekelompok orang tidak dikenal dengan wajah tertutup menyerang seorang pemuda di Sukabumi. Korban penganiayaan, inisial S (26), terkapar bersimbah darah dengan kondisi kaki nyaris putus.

Informasi dihimpun, insiden tersebut berlangsung di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (15/11/2017), sekitar pukul 00.55 WIB. Saat itu korban akan berbelanja di salah satu minimarket bersama temannya, AL (17).

Tiba-tiba muncul sekelompok orang menggunakan topeng dan jubah. Mereka langsung menganiaya kedua orang tersebut.

"Anak saya dikejar kelompok bermotor. Keterangan anak saya, semua pelaku menggunakan topeng, berjubah dan bersenjata tajam," ucap Agi (43), ayah AZ, di RSUD R Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

"Mereka (pelaku) sempat mengayunkan senjata tajam, namun berhasil ditangkis. Setelah itu anak saya jatuh dan lari ke arah tempat karaoke di seberang lokasi kejadian. Sementara S masuk ke dalam minimarket," tutur Agi menambahkan.

AZ luka ringan akibat sabetan senjata tajam dan sudah kembali ke rumah. "Hanya luka kecil," ucap Agi.
Tempat kejadian pemuda diserang sekelompok orang bertopeng di Kota Sukabumi.Tempat kejadian pemuda diserang sekelompok orang bertopeng di Kota Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Saksi di lokasi mengaku melihat S sempat lari ke dalam minimarket. Lalu pelaku secara beringas menarik tubuh S keluar minimarket. Kelompok bertopeng itu menganiaya dan membacok tubuh korban.

"Korban diserang menggunakan senjata tajam, lalu tergeletak di tangga minimarket. Banyak darah menggenang di tempat itu," tutur salah satu warga setempat, inisal IN.

"Polisi tadi sudah mengambil rekaman CCTV di minimarket," lanjutnya.

Korban S mendapat penanganan medis di RSUD R Syamsudin SH. Ada tiga luka di tubuh korban.

"Kaki sebelah kiri tergolong kategori luka traumatik amputasi, jaringannya hampir putus. Kemudian luka di punggung sebelah kanan dan kiri sampai jaringan otot. Semua luka itu akibat benda tajam," kata Adi Wiguna, dokter menangani S.

Luka di kaki korban harus dikonsultasikan dengan dokter ahli ortopedi apakah harus amputasi atau masih bisa diselamatkan. "Untuk di kaki hampir putus, sementara yang di punggung kedalaman sampai otot tiga sampai empat sentimeter," tutupnya.

Peristiwa penyerangan tersebut ditangani Polres Sukabumi Kota. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed