DetikNews
Rabu 19 Sep 2012, 18:45 WIB

Bank Dunia: Palestina krisis ekonomi

- detikNews
Indonesia - BBC - \"Protes

Warga Palestina melakukan protes menentang tingginya harga pangan dan bahan bakar. Bank Dunia memperingatkan Otorita Palestina menghadapi krisis ekonomi mendalam, dengan utang hampir dua miliar dolar. Pemerintah Palestina masih sangat tergantung pada utang dan bantuan asing, menurut laporan Bank Dunia. Selain utang sebesar US$2 miliar, anggaran Palestina juga mengalami defisit paling tidak US$400 juta. Bank Dunia mengatakan sejumlah negara donor seperti Amerika dan sebagian negara-negara Arab tidak memenuhi janji untuk memberikan bantuan. Bank Dunia juga mengatakan pendudukan Israel semakin menekan perekonomian Palestina. Laporan itu dikeluarkan beberapa hari setelah ribuan warga Palestina turun ke jalan-jalan untuk memprotes tingginya harga pangan dan bahan bakar.

Tunggakan gaji PNS<\/h2> Harga bensin di Palestina sekitar US$2 satu liter, sama seperti harga di Eropa. Gaji rata-rata warga Palestina di Tepi Barat sekitar US$20 per hari. Tanpa pinjaman dan bantuan asing, perekonomian Palestina akan runtuh, kata Bank Dunia Otorita Palestina beberapa kali menunggak membayar gaji pegawai negeri yang berjumlah sekitar 150.000 orang. Pemerintah juga tergantung pada Israel yang mengumpulkan pajak pendapatan yang dikumpulkan untuk Otorita Palestina. Wartawan BBC Jon Donnison mengatakan sejumlah pihak khawatir bila kondisi perekonomian tidak membaik, keadaan yang relatif stabil di Palestina akan segera berakhir.
(bbc/bbc)
Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi", Senin - Jumat pukul 04.15 - 05.00 WIB, dan Sabtu - Minggu pukul 04.00 - 05.00 WIB hanya di Trans TV

Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed