Detik.com News
Detik.com

Minggu, 13/04/2014 22:47 WIB

Jenazah Ditemukan di Pandeglang, Pasutri Asal Bandung Korban Pembunuhan

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Polisi memastikan dua mayat yang ditemukan di Pandeglang, Banten, ialah pasangan suami istri, Didi Haswadi (59) dan Anita Anggraeni (51). Pasutri tersebut selama ini bermukim di Kota Bandung yang sempat hilang kontak sejak tiga hari lalu. Polisi menyebut Didi dan Anita dibunuh.

"Pasutri itu korban pembunuhan," ucap Kabidhumas Polda Jabar Martinus Sitompul kepada wartawan di rumah korban, Jalan Batu Indah Raya No.46A, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Minggu (13/4/2014).

Pasutri tersebut hilang kontak dengan keluarganya sejak Tanggal 10 April lalu. Tadi siang, anak semata wayang mereka mendatangi rumah. Ia tak menemukan kedua orangtuanya. Terlihat ada hal janggal. Bercak darah di beberapa sudut rumah. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Bandung Kidul.

Hasil sementara olah tempat kejadian perkara, sejumlah barang berharga milik korban raib. "Satu mobil dan sejumlah surat pentik milik korban yang hilang," ucap Martin.

Polda Jabar dan Polda Banten terus berkoordinasi mengingat jenazah Didi dan Anita masih berada di Pandeglang.

"Kami masih menyelidiki kasus ini," kata Martin.

Informasi dihimpun detikcom, mayat Didi dan Anita ditemukan di semak-semak hutan, Kampung Tambaga, Desa Karyasari, Kecamatan Cikeudal, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (11/4/2014).



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%