Detik.com News
Detik.com
Selasa, 25/03/2014 14:35 WIB

Ngetes Bus Bandros, Ridwan Kamil Beraksi bak Guide

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengetes Bus Wisata Bandros keliling Bandung. Selama perjalanan, pria yang akrab disapa Emil ini menjadi guide, sambil sibuk menghindari ranting pohon dan kabel listrik.

Seperti diketahui Bus Wisata Bandros tersebut merupakan bus jenis double deck. Mayoritas penumpang duduk di lantai dua bus.

Kondisi Kota Bandung yang rindang dengan pohon membuat penumpang yang berada di atas harus waspada. Emil beserta penumpang harus tiarap menghindari kabel dan pohon tersebut.

Selain itu, Emil juga beraksi bak seorang pemandu wisata. Seperti ketika melewati Taman Musik Centrum di Jalan Belitung. Emil dengan menggunakan pengeras suara menjelaskan bahwa Taman Musik tersebut merupakan salah satu program Pemkot. Sapa pelajar SMA yang sedang nongkrong di Taman Musik riuh terdengar.

Hal serupa dilakukan Emil ketika melewati Jalan Aceh. Ia menunjuk ke araha Lapangan Saparua. "Ini lapangan saparua. Di sana lahir musisi-musisi Bandung pada jamannya, salah satunya Armand Maulana," jelasnya.

Rute yang dilalui yakni Balai Kota Bandung-Taman Musik Centrum-Jalan Aceh-Jalan Banda-Jalan Riau-Jalan Merdeka-Balai Kota.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%