Detik.com News
Detik.com
Jumat, 20/12/2013 12:32 WIB

Anak Mutilasi Ibu Kandung di Cianjur Diduga Alami Gangguan Jiwa

Baban Gandapurnama - detikNews
Anak Mutilasi Ibu Kandung di Cianjur Diduga Alami Gangguan Jiwa
Bandung - Pupun (40) memutilasi ibu kandungnya Anih (65) pada Rabu dini hari lalu (18/12/2013). Potongan tubuh perempuan yang telah melahirkannya itu disebar di pekarangan rumah. Ia mengakui perbuatannya pada seorang saksi inisial I.

"Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa," ucap Wakapolda Jabar Brigjen Pol Rycko Amelza Dahniel kepada wartawan saat ditemui di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (20/12/2013).

Pupun mengakui memotong-motong tubuh ibunya pada Rabu 18 Desember lalu, sekitar pukul 03.00 WIB, di Kampung Pasir Gombong, RT 3 RW 2, Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pelaku dan korban selama ini tinggal satu rumah di daerah tersebut.

Tadi pagi sekitar pukul 06.00 WIB, pelaku berterus terang kepada seorang saksi berinisial I (50), telah membunuh Anih dengan cara mutilasi.

Personel Polres Cianjur langsung mengecek informasi tersebut setelah memperoleh laporan dari warga setempat. Saksi dan tetangga dimintai keterangan guna bahan penyelidikan.

Menurut Rycko, selama ini para warga mengetahui kondisi Pupun yang berprilaku tidak normal. "Dugaan gangguan jiwa yang dialami pelaku itu dikuatkan keterangan warga sekitar," tutur Rycko.

Pupun mengeksekusi ibu kandungnya tersebut dengan cara memutilasi kepala, tangan kanan kiri, dan kaki kanan kiri. Potongan tubuh korban ditemukan berserakan di sekitar luar rumah.

Pupun saat ini diamankan di Mapolres Cianjur. Kasus pembunuhan mengerikan ini masih dalam penyelidikan polisi.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%