detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 17:46 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 20/11/2013 18:44 WIB

Gelapkan Dana Nasabah, Komut BPR di Majalaya Ditahan Kejari

Tya Eka Yulianti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari Polda Jabar untuk kasus kasus penggelapan uang nasabah di PT BPR Sadayana Artha Majalaya, Rabu (20/11/2013).

Lima tersangka yaitu Komisaris Utama Andi Hakim, Direktur Utama Zezen Hasan, Wakil Direktur PT BPR Amanah, Pemegang Kas PT BPR Sri Heriningsih, dan Account Officer Nike Agustine pun ditahan usai pelimpahan.

"Lima tersangka berada dalam tahanan jaksa dalam 20 hari kedepan untuk mempersiapkan dakwaan," ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jabar Koswara.

Tersangka laki-laki ditahan di Rutan Kebonwaru, sementara tersangka wanita dibawa ke Lapas khusus wanita di Sukamiskin.

Kuasa hukum Zezen, Hery Gunawan menuturkan pasal yang disangka kan pada para tersangka yaitu pasal 49 Ayat (1) huruf a dan B Undang-Undang No. 7 tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Namun ia mempertanyakan laporan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) ini. "Kasus ini dilaporkan oleh BI. Padahal saat laporan dilakukan bank ini sudah dalam posisi dilikuidasi. Apa legal standing-nya BI melakukan laporan," tutur Hery.

Ia pun menyatakan, kerugian nasabah yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 1,2 miliar telah dibayarkan oleh para tersangka.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(tya/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%