Rabu, 20/11/2013 18:44 WIB

Gelapkan Dana Nasabah, Komut BPR di Majalaya Ditahan Kejari

Tya Eka Yulianti - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung menerima pelimpahan berkas dan tersangka dari Polda Jabar untuk kasus kasus penggelapan uang nasabah di PT BPR Sadayana Artha Majalaya, Rabu (20/11/2013).

Lima tersangka yaitu Komisaris Utama Andi Hakim, Direktur Utama Zezen Hasan, Wakil Direktur PT BPR Amanah, Pemegang Kas PT BPR Sri Heriningsih, dan Account Officer Nike Agustine pun ditahan usai pelimpahan.

"Lima tersangka berada dalam tahanan jaksa dalam 20 hari kedepan untuk mempersiapkan dakwaan," ujar Kepala Seksi Penerangan dan Hukum Kejati Jabar Koswara.

Tersangka laki-laki ditahan di Rutan Kebonwaru, sementara tersangka wanita dibawa ke Lapas khusus wanita di Sukamiskin.

Kuasa hukum Zezen, Hery Gunawan menuturkan pasal yang disangka kan pada para tersangka yaitu pasal 49 Ayat (1) huruf a dan B Undang-Undang No. 7 tahun 1992 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang No. 10 tahun 1998 tentang Perbankan.

Namun ia mempertanyakan laporan yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) ini. "Kasus ini dilaporkan oleh BI. Padahal saat laporan dilakukan bank ini sudah dalam posisi dilikuidasi. Apa legal standing-nya BI melakukan laporan," tutur Hery.

Ia pun menyatakan, kerugian nasabah yang jumlahnya mencapai sekitar Rp 1,2 miliar telah dibayarkan oleh para tersangka.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(tya/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%