detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 07:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 13/11/2013 12:24 WIB

Komisaris BPR hingga AE Gelapkan Uang Nasabah Miliaran Rupiah

Erna Mardiana - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar mengungkap kasus tindak pidana perbankan yang terjadi di PT BPR Sadayana Artha Majalaya yang beralamat di Jalan Babakan No. 119 Majalaya Kabupaten Bandung.

Kasus itu berlangsung dari bulan November 2009 sampai dengan Agustus 2011. Saat ini PT. BPR Sadayana Artha Majalaya sudah dilikuidasi.

"Ada enam tersangka yang telah kami tetapkan," ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (13/11/2013).

Keenam tersangka itu dari internal perusahaan, yaitu AN, Komisaris Utama, ZE selaku Direktur Utama, AM sebagai Direktur, SR sebagaiKabag Operasional, NI, Account Officer, KHA, Account Officer.

Menurut Martinus modus para tersangka adalah penarikan tabungan tanpa seijin nasabah, penarikan angsuran kredit yang tidak dicatat dalam pembukuan, pemberian kredit fiktif, serta rekayasa pengeluaran biaya-biaya fiktif.

Cara yang dilakukan oleh masing-masing tersangka dalam melakukan tindak pidana perbankan, SR, selaku Kabag Operasional telah melakukan penarikan tabungan milik 10 nasabah PT. BPR Sadayana Artha Majalaya tanpa seizin dan sepengetahuan para nasabah dengan total nominal Rp 56,6 juta.

NI dan KHA, selaku Account Officer melakukan penarikan angsuran kredit 98 debitur yang tidak tercatat dalam pembukuan atau laporan bank dengan total nominal sebesar Rp 313,8 juta.Next

Halaman 1 2

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(ern/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%