Selasa, 10/09/2013 17:52 WIB

Baru 2 Ribuan dari 7 Ribu Reklame Liar di Bandung yang Ditertibkan

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Selama kurun waktu 2012 hingga 2013, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung mengaku telah menertibkan 2.800 reklame ilegal. Jumlah tersebut masih jauh dari total 7.345 reklame liar yang ada di Bandung.

"Dengan kondisi seoptimal ini, dalam dua tahun sudah 2.000-an ditertibkan. Kalau masih ada reklame lama yang terpasang, bisa jadi sudah memperpanjang dan mengajukan izin. Untuk sekarang kita prioritaskan reklame yang sama sekali tak berizin untuk ditertibkan," ujar Kepala Bidang Penegak Produk Hukum Daerah Satpol PP Teddy Wirakusumah, usai rapat evaluasi terkait penegakan Peraturan Daerah (Perda) Reklame, di Gedung DPRD Kota Bandung Jalan Aceh, Senin (10/9/2013).

Menurut Teddy, reklame yang ditertibkan selain tidak berizin, juga reklame yang dipasang di daerah yang dilarang. "Kita akan terus melakukan penertiban semaksimal mungkin. Seminggu dua kali penertiban setiap Selasa dan Kamis malam," ucapnya.

Teddy mengakui estetika kota menjadi tidak indah karena pemasangan reklame yang semrawut. Menurutnya, hingga saat ini belum ada aturan tegas yang membatasi jumlah reklame yang bertebaran di sudut-sudut hingga pusat Kota Bandung.

"Dalam Perda Reklame diatur jarak tiap antarbando, antarbillboard, atau antarspanduk. Sehingga ini akan dikaji, tidak ada aturan soal jarak antara bando dengan billboard, dan reklame lainnya," terang Teddy.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%