Selasa, 27/08/2013 20:11 WIB

Cita-cita Ridwan Kamil, Bonbin Bandung Jadi Wisata Malam

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Kebun Binatang Bandung tengah menjadi sorotan karena menunggak Rp 2,4 miliar kepada Pemkot Bandung. Wali kota terpilih Ridwan Kamil tak hanya menaruh perhatian, tapi punya cita-cita lain soal obyek wisata itu.

Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, menginginkan bonbin tetap difungsikan dengan baik. Salah satu mimpinya warga Bandung bisa menikmati wisata binatang di malam hari.

"Saya menginginkan tetap sebagai kebun binatang dengan pelayanan dan kualitas yang jauh lebih baik," ujar Ridwan usai Ngabandungan di RSU Pindad, Jalan Gatot Subroto, Selasa (27/8/2013).

Ia juga mewacanakan akan melakukan revitalisasi Bonbin. "Saya inginnya nanti malam hari bisa ke kebun binatang. Ada safari track, juga wisata kuliner. Sehingga penghasilan tidak dari tiketing saja," terangnya.

Soal utang bonbin kepada Pemkot sebesar Rp 2,4 miliar, Ridwan mengaku akan mencari solusi yang adil.

"Nanti kita bisa bikin unit kerjasama baru atau lelang investasi dengan tetap menghormati pengelola yang lama," jelasnya.

Ridwan Kamil akan dilantik, Senin (16/9/2013) mendatang. Pasangan Oded M Danial ini menjadi harapan warga untuk menata dan membangun kota Paris van Java itu pada periode 2013-2018.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(avi/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
84%
Kontra
16%