detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:14 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 22/06/2013 11:16 WIB

Pilwalkot Bandung

Ini Cara Polisi Mencegah Serangan Fajar

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Polisi siap mengawasi dan mencegah praktik serangan fajar jelang detik-detik pencoblosan Pilwalkot Bandung 2013. Kesadaran masyarakat pun menjadi hal terpenting guna mecegah beragam modus serangan fajar.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno mengatakan langkah pengamanan khusus dilakukan dengan melibatkan fungsi satuan intelijen, dan menyebar anggota polisi di tempat-tempat rawan terjadinya serangan fajar. Masa pencoblosan Pilwalkot Bandung berlangsung Minggu 23 Juni.

"Tentunya kami menyebar anggota di lapangan. Lokasi atau tempat yang memiliki tingkat kerawanan, menjadi pengawasan aparat kemananan. Kalau ada melakukan (serangan fajar) ya tangkap," jelas Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (22/6/2013).

Sutarno menilai kemungkinan serangan fajar bisa saja terjadi. Modusnya bervariasi, seperti memberi uang yang terselip dalam amplop, pembagian sembako serta bentuk lainnya dengan embel-embel mengarahkan warga memilih salah satu pasangan calon.

Menurut Sutarno, praktik tersebut bisa dicegah sedini mungkin dengan bentuk pegawasan dari polisi serta masyarakat. "Intinya masyarakat jangan terpengaruh. Bagi orang yang punya niat (serangan fajar) janganlah melakukannya," ucapnya.

Ia pun mewanti-wanti masyarakat tidak mudah dikendalikan dan dirayu dengan imbalan beraroma money politic. Sutarno percaya masyarakat Bandung bisa menyampaikan pilihannya sesuai hati nurani. Dia menjelaskan, serangan fajar seperti politik uang, pihak pemberi dan penerima itu sudah melakukan pelanggaran.

"Kalau ada pelanggaran hukum, tentu diselesaikannya dengan aturan hukum berlaku," tegas Sutarno.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(bbn/bbn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%