detikcom
Sabtu, 22/06/2013 11:16 WIB

Pilwalkot Bandung

Ini Cara Polisi Mencegah Serangan Fajar

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Polisi siap mengawasi dan mencegah praktik serangan fajar jelang detik-detik pencoblosan Pilwalkot Bandung 2013. Kesadaran masyarakat pun menjadi hal terpenting guna mecegah beragam modus serangan fajar.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Sutarno mengatakan langkah pengamanan khusus dilakukan dengan melibatkan fungsi satuan intelijen, dan menyebar anggota polisi di tempat-tempat rawan terjadinya serangan fajar. Masa pencoblosan Pilwalkot Bandung berlangsung Minggu 23 Juni.

"Tentunya kami menyebar anggota di lapangan. Lokasi atau tempat yang memiliki tingkat kerawanan, menjadi pengawasan aparat kemananan. Kalau ada melakukan (serangan fajar) ya tangkap," jelas Sutarno di Mapolrestabes Bandung, Sabtu (22/6/2013).

Sutarno menilai kemungkinan serangan fajar bisa saja terjadi. Modusnya bervariasi, seperti memberi uang yang terselip dalam amplop, pembagian sembako serta bentuk lainnya dengan embel-embel mengarahkan warga memilih salah satu pasangan calon.

Menurut Sutarno, praktik tersebut bisa dicegah sedini mungkin dengan bentuk pegawasan dari polisi serta masyarakat. "Intinya masyarakat jangan terpengaruh. Bagi orang yang punya niat (serangan fajar) janganlah melakukannya," ucapnya.

Ia pun mewanti-wanti masyarakat tidak mudah dikendalikan dan dirayu dengan imbalan beraroma money politic. Sutarno percaya masyarakat Bandung bisa menyampaikan pilihannya sesuai hati nurani. Dia menjelaskan, serangan fajar seperti politik uang, pihak pemberi dan penerima itu sudah melakukan pelanggaran.

"Kalau ada pelanggaran hukum, tentu diselesaikannya dengan aturan hukum berlaku," tegas Sutarno.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/bbn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%