Rabu, 19/06/2013 11:02 WIB

SBMPTN 2013, Jurusan Bahasa Sunda di Unpad & UPI Naik Pamor

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Peminat jurusan atau program studi Bahasa Sunda meningkat signifikan pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2013. Dua PTN di Bandung, Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), mencatat peningkatan peminat mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

"Ada fenomena cukup menarik di Unpad. Jurusan Bahasa Sunda yang lima hingga sepuluh lalu sepi peminatnya, sekarang ini terlihat terus meningkat. Jurusan ini bukan dijadikan pilihan cadangan (kedua-red), tapi pilihan pertama loh," ujar Rektor Unpad Ganjar Kurnia, Selasa (19/6/2013).

Jumlah peminat jurusan Bahasa Sunda di Unpad pada SBMPTN 2013 yaitu 1.431 orang, yang berebut untuk 100 kursi tersedia. Sementara pada 2012 lalu, peminat Bahasa Sunda tercatat 380 orang untuk jatah kursi yang sama. Naiknya pamor jurusan Bahasa Sunda menurut Ganjar karena kesadaran masyarakat yang makin tinggi untuk melestarikan budaya daerah.

"Sekarang ini tingkat persaingannya sangat ketat untuk jurusan Bahasa Sunda. Kami sendiri tidak menyangka," katanya.

UPI pun mencatat kenaikan signifikan untuk jurusan Pendidikan Bahasa Daerah (Bahasa Sunda-red). Pada 2012 lalu, peminat jurusan ini hanya sekitar 250 orang, tapi 2013 ini jumlahnya meningkat jadi 463 orang.

"Mereka berebut untuk sekitar 80 kursi mahasiswa di jurusan itu," kata Furqon yang menjabat Pembantu Rektor Bidang Akademik dan Hubungan Internasional UPI.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(tya/bbn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%