detikcom
Sabtu, 08/06/2013 20:24 WIB

Pilwalkot Bandung

Ridwan Kamil Mengemas Merchandise Jadi '1M 4 BDG'

Baban Gandapurnama - detikNews
Bandung - Cawalkot Bandung Ridwan Kamil mengulirkan program bertajuk '1M 4 BDG'. Kandidat nomor urut empat ini mengemas merchandise dalam merangsang program tersebut . Konsep utama kegiatannya yakni mengajak warga mengumpulkan dana Rp 1 miliar yang bakal digunakan bebenah Kota Bandung.

"Penggalangan dana dari merchandise itu sesuatu yang biasa. Tapi menjadi luar biasa kalau hasil penjualannya diberikan untuk kepentingan umum warga Kota Bandung," jelas Ridwan.

Ridwan menyampaikannya sewaktu launching official merchandise di Warung Laos, Jalan Golf Raya (Dago Pakar), Kota Bandung, Sabtu (8/6/2013). Acara tersebut dimeriahkan penampilan musisi rap Ebieth Beat A.

Ridwan yang memanfaatkan masa kampanye Pilwalkot Bandung 2013, menilai kegiatan seperti ini merupakan spirit menjadikan Bandung sebagai trademark soal urusan kreatifitas. Ia menegaskan, uang hasil penjualan merchandise berupa sejumlah kaus itu tidak seperser pun masuk kantong pribadinya.

"Jadi '1M 4 BDG' itu maksudnya mengumpulkan dana satu miliar rupiah untuk Bandung. Hasil penjualan merchandise nantinya digunakan untuk perbaikan jalan, memperbanyak gerobak sampah, perpustakaan keliling, penjernihan air bersih, dan lain sebagainya," tutur Ridwan.

Salah satu kaus berlabel 'I Love Bandung Love Me' diracik desainer Mahanagari Bandung yakni Hanafi. Ridwan menerangkan, merchandise dijual secara langsung, kerjasama dengan komunitas-komunitas, dan pembelian via online. Ada tiga paket siap dipasarkan yaitu Paket Peduli seharga Rp 44 ribu, Paket Cinta senilai Rp 144 ribu, dan Paket Juara dibanderol Rp 1 juta.

"Ada lima desain kaus. Pola penjualan salah satunya memanfaatkan Twitter. Dana yang terkumpul dari hasil penjualan disiapkan untuk memperbaiki segala permasalahan di Kota Bandung," jelas Ben Wirawan, selaku Deputi Kampanye Kreatif Pasangan Ridwan Kamil-Oded M Danial (Rido).



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bbn/bbn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%