detikcom
Rabu, 15/05/2013 20:10 WIB

Mulai Juni 2013 Lima Wilayah di Jabar akan Ujicoba Sistem SJSN

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - Provinsi Jawa Barat akan melakukan uji coba Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) kesehatan pada bulan Juni mendatang. Hal itu dilakukan sebagai bentuk kesiapan Jabar yang menjadi satu dari tiga provinsi yang dijadikan pilot project program yang akan dilaksanakan oleh BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial).

"Jabar menjadi pilot project bersama dengan Jakarta dan Aceh. Proyek percontohan ini akan diberlakukan di 5 kabupaten Kota di Bandung Raya, meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sumedang," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan saat ditemui usai membuka Diseminasi Sistem Jaminan Sosial Nasional 'Implementasi Jaminan Kesehatan Nasional sesuai SJSN dan UU BPJS' di Hotel Aston Primera, Jalan Dr Djundjunan, Rabu (15/5/2013).

Ia menuturkan, Jabar dipilih menjadi pilot project karena sistem rujukan pelayanan kesehatan di Jabar dinilai lebih baik dibandingkan provinsi lain.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Jabar Alma Lucyati menuturkan, uji coba sistem BPJS ini akan menjadi pembelajaran bagi pemprov sebagai penyedia sarana dan prasarana serta untuk masyarakat.

"Kita melihat, kalau tidak learning by doing maka nantinya kita tidak tahu seharusnya seperti apa. Ini pembelajaran, apa kurangnya," tutur Alma. Untuk tahap awal Alma menjelaskan akan dibuat maping berapa sarana dan yang ada saat ini dan ditentukan zonasi per wilayah.

Sementara itu, anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Muriono Aladin menambahkan pihaknya optimis Jawa Barat bisa sukses dalam melaksanakan program tersebut. "Kalau Jabar bisa, itu artinya seperlima Indonesia sudah bisa sukses menjalankan ini," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%