Selasa, 14/05/2013 18:54 WIB

Banjir Rancaekek, 4 Anak Sungai akan Dinormalisasi dengan Dana Rp 400 M

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akan melakukan normalisasi empat anak sungai dalam rangka mengatasi banjir Rancaekek. Dana yang dianggarkan mencapai Rp 400 miliar yang berasal dari pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA). Keempat anak sungai itu yakni Sungai Cikijing, Cimande, Cikeruh, termasuk hulu Citarum.

Kabid Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Arif Budhiyo mengatakan normalisasi akan dilakukan pada empat anak sungai yakni Cikijing 6,68 Km, Cimande 9,51 Km, Cikeruh 10 Km, Citarum hulu 5,48 Km.

"Dari 9 yang diusulkan, hanya empat anak sungai Citarum yang dinormalisasi," ujar Arif kepada wartawan di ruang Malabar, Gedung Sate, Selasa (14/5/2013).

Menurut Arif, dana Rp 400 miliar itu meliputi pengerukan sungai dan pembebasan lahan. Namun dana tersebut belum bisa dicairkan, sehingga baru bisa dilakukan tahun 2014.

"Tapi kami akan melakukan langkah darurat dengan melakukan pengerukan terhadapa anak sungan Cikijing, sedalam 1-1,5meter dan pelebaran 15 meter. Dana yang disiapkan berasal dari APBN senilai Rp400 juta," katanya.

Namun lanjut Arif, proyek ini akan menemukan kendala karena sebagian wilayah aliran sungai tersebut melintasi kawasan PT Kahatex. "Kita akan tinjau kembali untuk normalisasi pada titik tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) akan mengusulkan pembangunan 13 hingga 18 bendungan untuk menangani banjir di Rancaekek.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%