Detik.com News
Detik.com

Selasa, 14/05/2013 15:40 WIB

Terlibat Proyek Fiktif, Dirut Rekanan BUMN di Bandung Diringkus

Baban Gandapurnama - detikNews
Halaman 1 dari 2
Bandung - Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung meringkus pria berinisial HS lantaran diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa proyek fiktif penyalahgunaan anggaran rutin pada 2010 hingga 2013 di salah satu BUMN yang berkantor pusat di Bandung.

HS yang merupakan direktur utama di lima perusahaan swasta ini ditangkap berdasarkan Surat Perintah penangkapan nomor Print-1626 00.2.10/Fd.1/05/2013.

Kajari Bandung Febrie Adriansyah mengatakan penangkapan terhadap HS dilakukan di Jalan Bengawan No. 59, Selasa (14/5/2013), sekitar pukul 09.00 WIB.

"HS ditangkap di kantornya. Selain dia, di tempat sama diamankan juga empat karyawannya yang terdiri dari tiga pria berinisial S, Y, DW, dan satu wanita berinisial S," jelas Febrie saat menggelar jumpa pers di kantor Kejari Bandung, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Selasa (14/5/2013).

HS diketahui memiliki lima perusahaan swasta. Ia menjabat Direktur Utama (Dirut) di PT Dimensi Kaya Perkasa, PT Tri Utama Jaya, PT Cahaya Harmoni, dan PT Arco Tritama Jaya, dan CV Bintang Anugerah.

Febrie belum mau buka mulut perihal nama perusahaan BUMN dimaksud. Namun saat jumpa pers tersebut, terlihat Humas PT Telkom Divre III Jabar Das Rizal. Akan tetapi Das Rizal pun enggan berkomentar saat ditanya apakah Telkom, BUMN yang terlibat dalam kasus ini.

Lebih lanjut Febrie mengatakan, pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang selanjutnya langsung diselidiki. Rupanya pengamatan, lima perusahaan yang dipegang HS itu semuanya beralamat di Jalan Bengawan No.59, Kota Bandung.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(bbn/ern)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%