detikcom
Senin, 13/05/2013 14:45 WIB

Survey Unpad Elektabilitas Paling Tinggi, Ayi: Pilkada Masih Panjang

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Hasil survey Pusat Kajian dan Kepakaran Statistika (P2KS) Jurusan Statistik Universitas Padjajaran (Unpad), elektabilitas pasangan nomor urut 5 Ayi Vivananda-Nani Rosada paling tinggi. Menurut Ayi, hasil tersebut akan dijadikan referensi untuk penguatan basis massa.

Namun demikian, ia enggan jumawa lebih dahulu mengingat waktu Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Bandung masih cukup lama.

"Angka sekarang memang menunjukan angka cukup baik untuk kami. Kami haturkan terimakasih kepada warga yang percaya pada kami. Tetapi waktu pilkada masih panjang sehingga bisa berubah," jelas Ayi usai kunjungan ke Posko Pemenangan Wawan Dewanta-Sayogo (Dewasa) di Babakan Priangan Raya Kota Bandung, Senin (13/5/2013).

Meski hasil survey menyebut Ayi-Nani unggul, namun ia menyadari, hasil survey tersebut tidak boleh membuatnya arogan. Apalagi saat ini dirinya masih menjalankan tugas sebagai wakil wali kota.

"Saya fokus dulu sebagai wakil wali kota, sambil menjaring pokok permasalahan. Misalnya masalah transportasi sebagai fenomena permasalahan kota metropolitan, membangun transportasi massa, memperbaiki jalan rusak sebagai pioritas, perbaikan drainase, revitalisasi pasar tumpah, pembenahan PKL, hingga distribusi pengembangan pusat kegiatan," terangnya.

Hasil survey P2KS Unpad menyebutkan tingkat elektabilitas pasangan No 5 Ayi-Nani paling tinggi dengan perolehan suara 17,76 persen. Disusul pasangan no 1 yakni pasangan Edi-Erwan sebesar 12,24 persen. Di posisi tiga ditempati pasangan no 4 Ridwan Kamil-Oded M Danial 6,41% persen, disusul Pasangan no 6 MQ Iswara-Asep Dedi Ruyadi 2,65 persen.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(avi/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%