Minggu, 12/05/2013 19:05 WIB

Panwaslu Kota Bandung Temukan Selebaran Kampanye Hitam

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Belum masuk masa kampanye, namun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung, sudah menemukan selebaran kampanye hitam. Ketua Panwaslu Kota Bandung Cecep Budi mengatakan, selebaran tersebut ditemukan di kawasan Kiaracondong beberapa waktu lalu.

"Belum lama ini, sebelum penetapan oleh KPU, kami menemukan selebaran kampanye hitam yang dilemparkan pengamen. Hanya satu, itu juga sudah lecek," ujar Cecep saat ditemui usai launching tahapan sosialisasi Pilwalkot 2013, di Lapangan Tegalega, Minggu (12/5/2013).

Namun pihaknya enggan menyebutkan pasangan mana yang menjadi 'korban' kampanye hitam tersebut.

"Ya kalian (wartawan) pasti sudah tahu lah," ujar Cecep.

Cecep menegaskan, jika salah satu pasangan terbukti melakukan kampanye hitam, maka akan ditindak tegas, bahkan bisa sampai didiskualifikasi.

"Kalau ada salah satu pasangan calon yang menjelek-jelekan pasangan lain secara langsung, itu sudah termasuk tindak pidana. Karena kan itu menjelek-jelekan nama baik orang lain," tegasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(avi/avi)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%