Detik.com News
Detik.com
Minggu, 12/05/2013 19:05 WIB

Panwaslu Kota Bandung Temukan Selebaran Kampanye Hitam

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Belum masuk masa kampanye, namun Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Bandung, sudah menemukan selebaran kampanye hitam. Ketua Panwaslu Kota Bandung Cecep Budi mengatakan, selebaran tersebut ditemukan di kawasan Kiaracondong beberapa waktu lalu.

"Belum lama ini, sebelum penetapan oleh KPU, kami menemukan selebaran kampanye hitam yang dilemparkan pengamen. Hanya satu, itu juga sudah lecek," ujar Cecep saat ditemui usai launching tahapan sosialisasi Pilwalkot 2013, di Lapangan Tegalega, Minggu (12/5/2013).

Namun pihaknya enggan menyebutkan pasangan mana yang menjadi 'korban' kampanye hitam tersebut.

"Ya kalian (wartawan) pasti sudah tahu lah," ujar Cecep.

Cecep menegaskan, jika salah satu pasangan terbukti melakukan kampanye hitam, maka akan ditindak tegas, bahkan bisa sampai didiskualifikasi.

"Kalau ada salah satu pasangan calon yang menjelek-jelekan pasangan lain secara langsung, itu sudah termasuk tindak pidana. Karena kan itu menjelek-jelekan nama baik orang lain," tegasnya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(avi/avi)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%