Detik.com News
Detik.com
Minggu, 12/05/2013 14:14 WIB

Sudah Miliki IMB, PT EGI Segera Bangun Restoran di Baksil

Avitia Nurmatari - detikNews
Sudah Miliki IMB, PT EGI Segera Bangun Restoran di Baksil Foto: avitia nurmatari/detikcom
Bandung - PT Esa Gemilang Indah (EGI) akhirnya angkat bicara terkait pembangunan kawasan Babakan Siliwangi (Baksil). Dalam waktu dekat, PT EGI akan membangun restoran di kawasan Baksil, Bandung.

Setelah mendapatkan Izin Mendirikan Bangun (IMB) pada Oktober 2012 lalu, PT EGi rencananya akan meletakkan batu pertamanya sebelum memasuki bulan puasa. Hal itu dikatakan Konsultan Humas PT EGI, Direktur Sentra Suhu Sosial Dadan Hendaya, dalam jumpa pers yang digelar di Babakan Siliwangi, Minggu (12/5/2013).

Perjanjian kerjasama PT EGI dengan Pemerintah Kota Bandung untuk menata kawasan Baksil sejak tahun 2007 menuai protes keras dari warga, tokoh lingkungan dan budayawan. Karena isunya, di kawasan ini akan dibangun mal, kondominium, apartemen dan sejenisnya. Selama kurun waktu tersebut hingga sekarang, PT EGI memang sulit untuk ditemui media.

"Mengapa PT EGI baru melakukan jumpa pers kepada media saat ini, karena selama sebelumnya kami belum memiliki IMB. Kami tidak ingin berpolemik lebih jauh sebelum ada IMB," terang Dadan.

Sejak memiliki kuasa mendirikan bangunan pada Oktober 2012 lalu, PT EGI baru melakukan persiapan untuk segera membangun restoran.

"PT EGI hanya akan membangun restoran seluas 2.197 meter persegi, tepat di atas lahan restoran yang dulu terbakar," ujar Dadan.

Menurut Dadan, nantinya restoran tersebut akan di desain berdasarkan bangunan tradisional sunda.

"Dari awal, PT EGI sudh memposisikan diri sebagai pihak swasta yang bekerjasama dengan Pemkot Bandung untuk mengembangkan nilai-nilai tradisional Sunda. Secara teknis, bentuk restoran nantinya berupa modifikasi bangunan tradisional Sunda, yang selalu berbentuk panggung, memiliki teras, dengan tipe badak heuay," terangnya.

Rencananya, PT EGI akan meletakan batu pertamanya sebelum bulan puasa tahun ini.

"Tahun ini PT EGI akan melakukan pembangunan. Lama pembangunannya sendiri sekitar 8 hingga 1 tahun," jelasnya.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(avi/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%