detikcom

Selasa, 07/05/2013 14:43 WIB

Verifikasi DCS KPU Jabar: Tidak Ada Parpol yang 'Bersih'

Tya Eka Yulianti - detikNews
Bandung - KPU Jabar mengumumkan hasil verifikasi awal Daftar Caleg Sementara (DCS) Peserta Pemilu 2014. Hasilnya, tidak ada satu pun parpol yang 'bersih'. Berkas caleg yang parpol daftarkan banyak kekurangan, seperti ijazah yang belum dilegalisir. Namun untuk caleg ganda, tidak ditemukan.

Hal itu diungkapkan Ketua Pokja Pencalonan KPU Jabar Ahmad Heri. Jumlah total caleg yang didaftarkan 12 parpol adalah 1.136 orang.

"Partai yang biasanya lengkap, bersih, ternyata ditemukan juga salahnya. Paling banyak itu dari syarat pengajuan calon. Rata-rata temuannya ya urusan administrasi," ujar Ahmad saat ditemui di KPU Jabar, Jalan Garut, Selasa (7/5/2013).

Selain syarat pengajuan calon, syarat dari parpol seperti tanda tangan dari ketua parpol juga beberapa terlewat.

Ia menyebut, banyak caleg yang menyerahkan ijazah tanpa legalisir. Selain itu, banyak ditemukan nama yang berbeda antara ijazah dan KTP. "Untuk yang berbeda, kita minta nama yang sesungguhnya untuk disesuaikan," tuturnya.

Khusus untuk caleg yang sebelumnya adalah PNS, anggota dewan, anggota KPU, atau kepala desa, harus menyerahkan surat pengunduran diri sebelum Daftar Calon Sementara (DCS) ditetapkan sebagai DCT.

Perbaikan serta kelengkapan berkas tersebut diberikan mulai 9 hingga 22 Mei 2013.

Soal caleg ganda, Ahmad menjelaskan bahwa KPU tidak menemukannya dalam proses verifikasi. "Untuk DPRD Jabar antar partai antar dapil, kami belum mendapatinya," kata Ahmad.

(tya/ern)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%