Senin, 06/05/2013 13:50 WIB

Buntut Perusakan di Tasikmalaya, Polisi Jaga 8 Masjid Ahmadiyah di Bandung

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Polrestabes Bandung bersiaga di delapan masjid Ahmadiyah yang ada di Kota Bandung. Penjagaan tersebut buntut dari penyerangan terhadap rumah dan masjid besar milik jemaat Ahmadiyah di Tasikmalaya, Jawa Barat, oleh sejumlah orang tak dikenal pada Minggu (5/5/2013) kemarin.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Abdul Rakhman Baso mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengawasan kepada masjid Ahmadiyah jauh-jauh hari sebelum ada insiden di Tasikmalaya.

"Kita setiap hari mengawasi dengan melakukan patroli beberapa kali ke masjid Ahmadiyah," jelasnya saat ditemui di lapangan Gasibu Bandung, usai gelar latihan pra operasi praja pakuan 2013 guna pengamanan pilwalot, Senin (6/5/2013).

Abdul mengaku selama ini pihaknya selalu menjalin komunikasi dan koordinasi dengan pihak yang kontra dengan keberadaan Jemaah Ahmadiyah.

"Selama ini kita jajaran Polrestabes Bandung menjalin komunikasi dengan pihak-pihak yang mungkin kontra dengan keberadaan Ahmadiyah. Kita duduk bersama, jangan gunakan emosi, karena dengan emosi tidak akan menyelesaikan masalah, malah buat masalah baru," jelasnya.

Selain itu, polisi juga selalu patroli untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan terkait Jemaah Ahmadiyah dan menempatkan personel pada hari hari jumat.

"Kita lihat dinamikanya. Yang jelas kalau hari biasa, kita lebih banyak patroli," tandas Abdul.

Minggu dini hari, Masjid Ahmadiyah di Kampung Babakan Sindang Desa Cipakat Kecamatan Singaparna Tasikmalaya dirusak dan dibakar massa tak dikenal. Massa membakar sejumlah barang seperti sajadah dan kitab yang disimpan dalam masjid serta bagian bangunan masjid.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(avi/ern)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close