detikcom

Kamis, 02/05/2013 13:27 WIB

Guru di Bandung Tuntut pencairan Tunjangan yang Belum Cair 5 Bulan

Avitia Nurmatari - detikNews
Bandung - Peringati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), lima puluhan guru PNS dan honorer yang tergabung dalam Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) dan Forum Komunikasi Guru Honorer (FKGH) Kota Bandung berunjuk rasa di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Kamis (2/5/2013). Mereka menuntut Pemkot Bandung mereformasi birokrasi di Dinas Pendidikan karena dinilai lalai terhadap hak-hak guru.

Ketua FAGI Kota Bandung Iwan Hermawan mengatakan, hingga saat ini tunjangan profesi guru (TPG) Kota Bandung selama 5 bulan yakni November-Desember 2012 dan triwulan pertama 2013 bulan Januari, Februari dan Maret, belum cair.

"Pembayaran tunjangan profesi guru triwulan pertama tahun 2013 ditransfer Kemenkeu ke kas daerah pada Maret 2013 dan paling lambat dibayarkan kepada guru bulan April 2013. Tapi sampai saat ini belum ada gambaran kapan cairnya TPG. Kota Bandung selalu telat dan tidak utuh dalam pencairan TPG setiap tahuan," ujar Iwan.

Selain itu, FKGH juga menuntut Pemkot segera membayarkan uang Tunjangan Penambah Penghasilan (TPP) kepada mereka yang berhak yakni yang telah memperoleh SK serta membantu mengupayakan percepatan penerbitan SK TPP bagi yang belum mendapatkannya.

"Sampai saat ini Disdik Kota Bandung tidak membayarkan uang TPP triwulan pertama periode tahun 2013 kepada sebagian besar guru-guru yang telah menerima SK penerima TPP sesuai yang tercantum dalam Data Pokok Pendidik dan Tenaga Kependidikan (DAPODIK)," ujar Ketua FKGH Yanyan Herdiyan di tempat yang sama.

Yanyan juga mengatakan, tunjangan daerah bagi guru honorer tahun 2012 belum dibayarkan. Padahal jumlahnya mencapai 637 orang atau senilai dengan Rp 800 juta lebih.

"Kami minta pemerintah segera menuntaskan pembayaran kekurangan uang tunda tahun 2012," tegasnya.

Massa datang sekitar pukul 12.10 WIB, beberapa di antaranya membawa poster bertuliskan 'Segera Cairkan Tunjangan Guru' dan lainnya. Saat ini para guru sedang melakukan audiensi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Plt Sekda Kota Bandung.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(avi/ern)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%